St Gallen, Swiss ( Bisnis Jakarta ) – Kapten Peru Paolo Guerrero merayakan kembalinya ia dari skors karena doping dengan penampilan mengesankan pada Minggu, mencetak dua gol saat timnya menang 3-0 atas Arab Saudi pada pertandingan persahabatan tiga hari setelah diizinkan untuk bermain di Piala Dunia pertamanya.

Pemain 34 tahun itu mencetak gol kedua dan ketiga Peru ketika mereka menundukkan sesama tim peserta Piala Dunia di kota Swiss, St Gallen, setelah Andre Carrillo membuka gol melalui sepakan voli.

Pertandingan itu dimainkan dalam atmosfer ramai di depan sebanyak 18.000 penonton, hampir semuanya orang-orang Peru yang bepergian dari negara-negara tetangga untuk melihat timnya yang lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 36 tahun.

Peru, yang akan menghadapi Denmark, Prancis, dan Australia pada grup putaran pertama, mendominasi permainan ketika mereka memperpanjang laju tidak terkalahkannya menjadi 14 pertandingan.

Mereka dengan cepat mengendalikan permainan dan Carrillo membawa mereka memimpin pada menit ke-20, mengendalikan bola dengan dadanya dan mengemas gol melalui sepakan setengah voli setelah sundulan untuk membuang bola jatuh kepada dirinya.

Kemudian datanglah momen yang ditunggu para penonton ketika Guerrero, pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi Peru, menyambar bola pantul pada menit ke-41 untuk membukukan gol kedua.

Ia menghiasi penampilannya dengan sundulan yang berbuah gol pada menit ke-64, setelah Carrillo membuka jalan di sisi kiri sebelum mengirimkan umpan silang.

Itu merupakan penampilan perdana Guerrero untuk Peru sejak pertandingan kualifikasi Piala Dunia di Argentina Oktober silam, ketika ia terbukti positif mengonsumsi kokain pada produk yang terkandung dalam teh yang ia minum.

Guerrero awalnya diskors selama 12 bulan oleh FIFA, namun dipangkas menjadi enam bulan setelah melakukan banding.

Hukuman itu berakhir pada awal Mei namun mimpinya untuk bermain di Piala Dunia pertamanya terlihat akan musnah beberapa hari kemudian, ketika skors itu diperpanjang menjadi 14 bulan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Namun pada Kamis, Pengadilan Federasl Swiss setuju untuk mencabut hukuman itu untuk sementara karena banding dan menyatakan ia dapat bermain di Rusia.(ant)