Paris ( Bisnis Jakarta ) – Dominic Thiem mengakhiri kebangkitan Kei Nishikori untuk mencapai perempat final Prancis Terbuka dengan kemenangan 6-2, 6-0, 5-7, 6-4 pada Minggu, dan menyiapkan pertemuan melawan unggulan kedua Alexander Zverev.

Unggulan keenam asal Austria tersebut, orang terakhir yang mengalahkan spesialis lapangan tanah liat Rafa Nadal di permukaan lapangan favoritnya, memamerkan sederet amunisi tempurnya pada dua set pertama sebelum mendapatkan kembali ketenangannya setelah kalah pada set ketiga.

Unggulan ke-19 asal Jepang Nishikori, yang berupaya bangkit setelah ia mengakhiri musim 2017 pada pertengahan tahun karena cedera, terlihat telah kehilangan harapan di pertandingan ini pada set kedua namun kemudian mampu memberikan perlawanan yang layak.

“Dua set pertama begitu luar biasa namun kemudian ia menaikkan levelnya dan itu 50-50. Pada akhirnya, ini sangat ketat dan saya sedikit gugup pada akhirnya sebab selalu sulit untuk melakukan serve untuk mencapai perempat final Prancis Terbuka,” kata Thiem, semifinalis pada 2016 dan 2017.

“Saya menyukai kondisi-kondisi ini; inilah pertama kalinya bagi saya di Lapangan Philippe Chatrier tidak bermain melawan Rafa maka saya dapat menikmati lapangannya,” guraunya.

Thiem unggul tenaga dan kecepatan dari Nichikori, yang tidak mampu berbuat banyak pada set pembukaan, di mana petenis Austria itu menutupnya dengan ace dalam waktu kurang dari setengah jam.

Situasi bertambah buruk bagi Nishikori di set kedua ketika Thiem mempermainkan dirinya, khususnya dengan pengembalian serve dengan drop-shot, dan petenis Jepang itu hanya mampu mengumpulkan sembilan poin di set itu.

Pada dua set pertama, petenis Austria itu memenangi 25 dari 25 poinnya pada serve pertamanya.

Bagaimanapun, pada set ketiga Nishikori mampu memperbaiki keadaan ketika servenya membaik dan menyelesaikan poin-poin dari net, yang membuat Thiem frustrasi.

Nishikori memaksimalkan kesempatan break pertamanya pada kedudukan 6-5 untuk memenangi set ketika pukulan forehand Thiem terlalu panjang.

Petenis Austria itu, yang mengakhiri catatan kemenangan 50 set beruntun juara Prancis Terbuka sepuluh kali Nadal di lapangan tanah liat di Madrid, mematahkan serve lawannya untuk menjadikan skor 4-3 pada set keempat dengan pukulan forehand khasnya.

Ia kemudian menahan serve untuk menutup pertandingan pada match point keduanya, ketika pukulan forehand Nishikori melambung di bawah tatapan Nadal.(ant)