Paris ( Bisnis Jakarta ) – Maximilian Marterer kemungkinan masih terperangah mengenai apa yang terjadi ketika, pada dua gim pertandingan pertamanya melawan petenis lapangan tanah liat terbaik pada Senin, ia unggul 2-0 atas juara bertahan Prancis Terbuka Rafael Nadal di permukaan lapangan favorit petenis Spanyol itu.

Petenis muda Jerman itu dengan cepat menemukan dirinya berada di sisi lain pertandingan ketika petenis Spanyol itu melaju, saat Nadal menyapu bersih kemenangan 6-3, 6-2, 7-6(4) untuk mencapai perempat final di Paris untuk ke-12 kalinya.

Dengan melakukan hal itu, juara sepuluh kali Nadal memperpanjang laju kemenangan set beruntunnya di Roland Garros menjadi 37.

Hanya Bjorn Borg (41) yang memiliki catatan laju kemenangan yang lebih panjang dan dari cara Nadal, yang merayakan ulang tahunnya yangke-32 pada Minggu, melahap lawannya kelihatannya sulit untuk melihat orang yang dapat menghentikannya.

Lawan dia selanjutnya adalah petenis Argentina Diego Schwartzman, yang bangkit setelah tertinggal dua set untuk mengalahkan Kevin Anderson.

Petenis kidal Marterer, yang menghuni peringkat ke-70 dunia namun naik di daftar peringkat dengan cepat, tidak dapat mengharapkan awal yang lebih baik lagi.

Ia bagai mendapat bantuan pada debutnya di Lapangan Philippe Chatrier, dewa-dewa tenis memberinya keberuntungan dan double fault Nadal untuk dipatahkan pada gim pembukaan, sebelum ia mendapatkan kepercayaan diri dengan sepasang pukulan winner Double fault Marterer membuat servenya dapat dipatahkan namun, memperlihatkan rasa hormat terhadap reputasinya, ia berupaya bangkit untuk mendapatkan break lain pada kedudukan 2-2, meski kemudian dikecoh oleh pukulan backhand Nadal.

Dari poin itu Nadal mengendalikan situasi, menggempur dengan forehand-forehand berputar yang sulit dikembalikan di lapangan tanah liat.

Marterer terpaku pada rencana permainannya dan ketika Nadal melepaskan pukulan forehand melebar, ia menggenggam keunggulan 3-1 di gim ketiga.

Nadal merespon dengan melepaskan pukulan forehand di garis pada awal gim selanjutnya, saat ia balas mematahkan serve lawannya.

Marterer terus berupaya bertahan dan memaksa Nadal menuju tiebreak, namun debutnya di panggung besar, dan pelajaran sangat bernilai di tenis lapangan tanah liat, berakhir ketika pukulan backhandnya terlalu kencang.(ant)