Wali Kota Depok, Mohammad Idris (paling kanan) bersama Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (paling kiri), dan Menteri Agama, Lukman Hakim (kedua dari kanan) usai menghadiri peletakan batu pertama kampus UIII. (Ist)

DEPOK (Bisnis Jakarta) – Pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Kota Depok saat ini, sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Pembangunan kampus seluas 21 hektare dari total lahan yang ada sebesar 143 hektare ini, diharapkan banyak membawa dampak positif pada Kota Depok.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, adanya kampus ini akan menjadi sebuah upaya pengembangan peradaban Islam. Terlebih, Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia.
“Keberadaan kampus ini tentunya akan menjadi sebuah rujukan bagi peradaban Islam secara internasional. Semoga tidak hanya dikenal Indonesianya saja, tetapi Depok juga akan ikut dikenal,” ujar Mohammad Idris, usai mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama Kampus UIII, Jalan Raya Bogor, Sukmajaya dengan rencana anggaran 3,97 Triliun, Selasa (05/06).

Menurutnya, dari sisi infrastruktur, nantinya pemerintah pusat akan banyak melakukan penataan ulang dari dampak yang terjadi akibat pembangunan yang dilakukan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini. Semisal rekayasa pengaliran dari air Situ Pengarengan.
“Di sekitar sini ada kali yang akan ditata, agar airnya tidak tumpah ke pemukiman penduduk yang lebih rendah seperti di Perumahan Taman Duta,” ungkapnya. (jif)