JAKARTA (Bisnis Jakarta) – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) dan PT Citilink Indonesia (Citilink) menandatangani kontrak kerja sama Component Pooling untuk pesawat jenis Airbus A320 milik Citilink. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto dan Direktur Utama Citilink, Juliandra Nurtjahjo di Jakarta, Rabu (6/6).Iwan Joeniarto mengatakan, sinergi antara dua entitas Garuda Indonesia Group ini merupakan bentuk komitmen GMF untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap Citilink sebagai salah satu Key Account Customer-nya. “Kami bersyukur bahwa GMF telah berhasil mengambil Bisnis Perawatan Komponen milik Citilink setelah menambah kapabilitas workshop komponen kami. Sebelumnya pekerjaan untuk Citilink ini dikerjakan penyedia jasa perawatan pesawat diluar afiliasi Garuda Indonesia Group,” tambah Iwan.Ia juga mengatakan, kerja sama dengan skema Component Pooling ini mencakup penyediaan komponen sebanyak 800 Part Numbers untuk 18 pesawat A320 milik Citilink dengan jangka waktu selama 5 tahun.

Menurut Iwan, kerja sama ini merupakan pekerjaan perawatan komponen dengan skema Component Pooling perdana bagi GMF. Pekerjaan ini juga menjadi etalase bagi GMF untuk dapat memasarkan produknya kepada maskapai lain, baik yang datang dari dalam maupun luar negeri. Pada kerja sama awal ini, GMF diproyeksikan dapat membukukan pendapatan US$ 1,6 Juta pertahunnya.

Angka yang diraup, kata Iwan, akan terus berkembang seiring dengan penambahan coverage part numbers dan armada Citilink. Iwan menambahkan pihaknya yakin akan memberikan nilai tambah bagi Citilink dan customer lainnya dalam bisnis Component Pooling ini. “Skema component pooling ini dapat memberikan efisiensi kepada maskapai,” katanya.

Iwan juga mengatakan, Citilink sebagai maskapai berbiaya rendah (LCC) bintang 4 dapat menjadi etalase bisnis GMF dalam pengembangan usahanya. “Kami yakin portofolio Citilink juga menjadikan GMF memiliki rekam jejak yang diperhitungkan dalam industri MRO global. Kedepan kami memang mencoba untuk meraih lebih besar lagi pasar perawatan komponen di luar Garuda Indonesia Group.,” kata Iwan.

Ia menambahkan, GMF berencana untuk terus meningkatkan kapabilitas komponen pesawatnya yang ditargetkan sebanyak 120 part numbers untuk berbagai tipe pesawat hingga akhir tahun. “Hal ini seiring dengan mulai dilakukannya focus bisnis ke arah perawatan komponen dan engine, selain perawatan airframe yang memang sudah menjadi kelebihan GMF,” tutup Iwan.

Sementara Juliandra menyambut baik sinergi ini. Ia mengatakan, dengan kapabilitas yang dimiliki GMF saat ini, menjadi satu jaminan bagi keberlangsungan operasional Citilink agar berjalan dengan optimal. “Kami mengapresiasi improvement yang ditunjukkan GMF dalam mengembangkan kapabilitasnya sebagai MRO kelas dunia khususnya dalam Component Pooling ini,” papar Juliandra.

Sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik, Juliandra memastikan, akan melakukan reviu terhadap GMF sebagai penyedia layanan perawatan pesawat Citilink dan GMF telah memenuhi kebutuhan sehingga menyerahkan bisnis component pooling ini kepada GMF.

Juliandra menambahkan, pihaknya harus memastikan bahwa service level agreement ketersediaan komponen harus lebih baik dari penyedia layanan sebelumnya yang berdampak kepada On Time Performance (OTP) Citilink. (son)