DEPOK (Bisnis Jakarta) – Berbeda dengan Jakarta yang masih terdapat aktivitas Sahur On The Road (SOTR) hingga berujung aksi vandalisme, di Depok kegiatan SOTR bisa dicegah berkat kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan Polisi Resor Kota (Polresta) Depok.

“Alhamdulillah, selama kita menjalanan patroli setiap malam Ramadan, kami tidak menemukan adanya kegiatan SOTR yang bisa memicu kekisruhan. Kami juga berkoordinasi dengan Polresta Depok,” ujar Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto, di Balai Kota, Senin (04/06).

Dikatakannya, patroli tetap dilaksanakan hingga menjelang Lebaran. Jika ke depan pihaknya menemukan adanya potensi kegiatan SOTR, maka tim patroli akan menyarankan masyarakat untuk mendatangi panti asuhan atau masjid-masjid terdekat.

“Akan kami arahkan mereka yang ingin melakukan SOTR untuk mendatangi panti asuhan atau masjid. Hal ini dilakukan sebagai upaya menekan timbulnya balapan liar, tawuran atau tindakan kejahatan lainnya,” jelasnya.

Pihaknya menyebut, beberapa lokasi rawan kegiatan SOTR seperti di Margonda, Juanda, Cinere dan Sawangan. Titik-titik tersebut terus diawasi, sehingga tetap kondusif hingga saat ini.

“Mudah-mudahan sampai jelang Lebaran nanti, tidak ada kegiatan SOTR. Kalau pun ada dan menimbulkan keresahan, untuk penindakan akan dilakukan oleh Polresta Depok. Namun, jika sudah mengganggu ketertiban dan melanggar Peraturan Daerah (Perda), itu akan menjadi urusan kami,” katanya. (jif)