COE NTT Promosikan, Empat Event Wisata Unggulan

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Wakil Gubernur NTT Benny Alexander Litelnoni, dan Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu menghadiri Launching Calendar of Event (COE) NTT 2018 di Jakarta, Rabu (7/6).

Menpar mengatakan, salah satu dari empat Destinasi Prioritas, selain Mandalika, Borobudur, dan Danau Toba, Labuan Bajo merupakan destinasi unggulan di NTT yang telah siap dalam aksesibilitas, amenitas, dan atraksi. “Kemenpar mendukung Launching Calendar of Event NTT 2018 sebagai upaya promosi Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan dalam upaya pencapaian target 20 juta kunjungan wisman pada 2019,” ujar Menpar.

Pada Launching Calendar of Event NTT 2018, empat Top Event NTT yang akan diluncurkan di antaranya Festival Komodo (5-10 Maret 2018), Parade Sandalwood dan Tenun Ikat Sumba (5-12 Juli 2018), Festival Likurai Timor (24-28 Juli 2018), dan Tour De Flores (1-7 November 2018). Setiap festival ini memiliki keunggulan tersendiri sebagai strategi promosi memperkenalkan NTT kepada wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

Festival Komodo mengunggulkan daya tarik wisata satwa komodo sebaga salah satu dari tujuh keajaiaban dunia. Festival ini diisi dengan sejumlah kegiatan antara lain pentas seni budaya yang menampilkan tarian tradisional serta kontemporer dari tiap kecamatan di Manggarai barat dan Karnaval Budaya. Dalam event ini juga dilakukan penanaman pohon, lomba voli pantai, dan berbagai kegiatan lain.

Parade Sandalwood dan Tenun Ikat Sumba diseleggarakan untuk memperkenalkan daya tarik Pulau Sumba di NTT. Parade ini akan diselenggarakan di 4 Kabupaten di Sumba dan puncaknya diselenggarakan di Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Sandalwood merupakan nama kuda yang diambil dari pohon cendana (sandalwood) yang banyak tumbuh di Pulau Sumba.

Festival Likurai Timor memamerkan tarian tradisional seperti tarian perang khas daerah Belu, NTT. Tarian ini dilakukan oleh beberapa pria dengan menggunakan pedang, sementara penari wanita menggunakan tihar (kendang kecil) sebagai atribut tarian. Festival ini menghadirkan ribuan penari Likurai yang diadakan di Bukit Fulan Fehan.

Terakhir, event Tour De Flores yang memiliki dampak besar bagi pariwisata NTT dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Jalur tour De Flores dimulai dari Larantuka di Flores Timur hingga Labuan Bajo di Manggarai Barat dengan rute sepanjang 743 Km dan terdiri dari 5 etape.

Pemerintah daerah NTT terus meningkatkan aksesibilitas dan amenitas dalam mendukung penyelenggaraan 4 Top Event. Untuk aksesibilitas sudah ada dua maskapai yang melayani rute langsung Jakarta menuju Labuan Bajo, yaitu Batik Air dan Garuda Indonesia. Sedangkan untuk penerbangan dari Jakarta menuju Kupang terdapat empat maskapai yang melayani rute tersebut yaitu Batik Air, Lion Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air. Untuk akomodasi telah tersedia hotel berbintang seperti The Jakayakarta Suit Komodo Flores, Bintang Flores Hotel, Plataran Komodo, dan Nihi Sumba.

“Dengan adanya Launching Calendar of Event 2018 diharapkan event–event ini akan dapat terhubung dengan berbagai paket wisata yang didesain oleh para tour operator dan travel agency sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTT,” ujar Gubernur NTT Frans Lebu Raya. (son)