Montreal ( Bisnis Jakarta ) – Pebalap Red Bull Max Verstappen, yang berada di bawah tekanan untuk menebus kesalahan setelah serangkaian tubrukan dan tersingkir lebih dini, menjaga peluangnya pada Jumat, mencatatkan waktu tercepat pada kedua sesi latihan untuk Grand Prix Kanada.

Verstappen, yang start dari belakang grid di Grand Prix Monaco setelah mengalami tubrukan pada latihan terakhir menjanjikan perbaikan di Montreal, mengambil keuntungan penuh dari perbaikan power unit untuk mengukir dua penampilan bagus di Sirkuit Gilles Villeneuve yang memiliki jarak keliling 4,34 kilometer.

Pebalap muda Belanda itu mencatatkan waktu terbaik pada hari ini di sesi sore, satu menit 12,198 detik, mengungguli pebalap Ferrari Kimi Raikkonen dan rekan setimnya di Red Bull sekaligus pemenang Grand Prix Monaco Daniel Ricciardo.

Pemuncak klasemen yang membela Mercedes Lewis Hamilton, yang menyamakan rekor sebelumnya yakni tujuh kemenangan di Grand Prix Kanada, merupakan pebalap tercepat urutan keempat mengungguli rivalnya yang membela Ferrari Sebastian Vettel dan rekan setimnya Valtteri Bottas.

Jika Hamilton ingin mengamankan apa yang akan menjadi “pole position” ketujuhnya di Kanada pada Sabtu, pebalap Britania itu akan harus bekerja keras, lebih kepada masalah mesin yang sudah waktunya diganti pada balapan ketujuh sambil menantang rival-rival di kubu Red Bull dan Ferari yang akan menggunakan power unit yang telah ditingkatkan.

Setelah start buruk pada musim ini, Romain Grosjean akhirnya memberi alasan untuk tersenyum kepada timnya Haas F1 Team, dengan mencatatkan waktu tercepat urutan ketujuh.

Verstappen juga mampu tersenyum pada akhir hari, setelah menjawab kritik terhadapnya dengan penampilan tanpa kesalahan bukan hanya untuk memuncaki catatan waktu latihan untuk pertama kalinya, namun ia juga melakukannya sebanyak dua kali.

Pemenang balapan Formula 1 termuda itu tiba di Montreal di bawah kritikan dari berbagai penjuru, setelah awal musim yang diwarnai insiden untuk membuat pebalap 20 tahun itu mencapai podium satu kali dari enam balapan, sedangkan Ricciardo telah mencatatkan sepasang kemenangan.

Ini merupakan perjalanan yang diwarnai sejumlah kesalahan.

Ia mengundurkan diri di Azerbaijan setelah bertubrukan dengan Ricciardo dan di China ia bertubrukan dengan Hamilton dan Vettel, finis di posisi kelima setelah penalti sepuluh detik menurunkannya dari posisi keempat, sedangkan Ricciardo menjadi pemenang.

Sebelum itu, ia bertubrukan dengan Hamilton di Bahrain dan tidak dapat melanjutkan balapan ketika ia terpelintir 360 derajat di Australia dan finis di posisi keenam setelah start dari posisi keempat.(ant)