Cleveland ( Bisnis Jakarta ) – Golden State Warriors mempertahankan gelar juara NBA dengan kemenangan 108-85 atas Cleveland Cavaliers yang dipimpin LeBron James pada Jumat, untuk memperpanjang laju luar biasa yang mencakup tiga gelar dalam empat tahun terakhir.

Pertandingan Final NBA untuk keempat kalinya secara beruntun antara kedua tival ini terbukti paling berat sebelah ketika Warriors memenangi rangkaian best of series dalam empat pertandingan, yang menandai masa kerja kedua James bersama Cavs.

Setelah penampilan di bawah standar pada gim ketiga, guard Warriors Stephen Curry merespon dengan performa menawan dengan mengoleksi 37 poin, sedangkan James membukukan 23 poin.

Cavaliers bangkit dari defisit 11 poin sebelum mendesak melalui slam dunk dari James pada pertengahan kuarter kedua, yang membuat para penonton tuan rumah berdiri kagum.

Namun hanya masalah waktu sebelum Warriors kembali mengambil kendali permainan.

“Kami tahu bahwa kami akan keluar dengan pukulan pertama yang keras dan kami menjawabnya dan kami berlari ke arah mereka dan menyiapkan irama untuk keseluruhan pertandingan,” kata Curry.

“Mereka banyak berlari namun dalam 48 menit kami akan mengambil alih. Perasaannya tidak dapat dipercaya untuk datang kemari dengan satu misi dan menyelesaikan pekerjaan.” Warriors, yang memiliki lini serang terhebat, menggunakan penampilan dominan di kuarter ketiga untuk membangun keunggulan 21 poin yang membuat harapan Cavaliers untuk bangkit semakin pudar.

Cavs sukses menghadapi eliminasi sebanyak tiga kali pada musim ini namun kali ini tidak mampu memaksimalkan tekanan untuk bangkit, ketika Warriors memiliki begitu banyak kekuatan.

Bagi Cleveland, kekalahan ini mengirim tim menuju pascamusim dengan ketidak pastian ketika James, pemain terbaik di generasinya, dapat pindah ke klub lain sebagai pemain “free agent” setelah 1 Juli, yang sangat mungkin terjadi dengan minimnya kualitas pemain mereka.

James, yang bermain di final NBA untuk kedelapan kalinya secara beruntun dan keempat kali secara beruntun berama Cavs, memikul tim sejak ia kembali pada 2014 namun akan diperlukan sejumlah pemain kunci tambahan untuk mempertahankan dia di kampung halamannya.

Ketika juara tiga kali James meninggalkan pertandingan dengan empat menit tersisa, ia mendapatkan “standing ovation” dari para penggemar tuan rumah yang juga meneriakkan yel-yel “M-V-P, M-V-P.”(ant)