Keanggotaan RI di DK PBB, Bukti Nyata Kepercayaan Internasional

JAKARTA (Binis Jakarta) – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyambut baik masuk Indonesia dalam Keanggotaan Tidak Tetap di Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2019-2020 mewakili wilayah Asia-Pasifik.

Keberhasilan ini merupakan bentuk nyata kepercayaan dan apresiasi komunitas internasional atas peran dan kontribusi bangsa Indonesia menjaga perdamaian dunia.

“Pimpinan DPR mengucapkan selamat dan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan semua diplomat RI yang telah bekerja keras mewujudkan pencapaian ini,” kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Minggu (10/6).

Menurutnya, keanggotaan RI di DK PBB tidak hanya bermakna prestasi di panggung internasional, melainkan juga menunjukan keberhasilan Menlu Retno dan para diplomat RI menggambarkan dan meyakinkan kepada dunia tentang wajah dan kepribadian Bangsa Indonesia yang sesungguhnya.

Sejarah peradaban mencatat bahwa Indonesia selalu menampilkan wajah dan citra bangsa yang cinta damai. Karena itulah Indonesia selalu bersedia berperan aktif menjaga perdamaian dunia, sejalan dengan kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif itu.

Sebelumnya, sudah tiga kali Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB. Keanggotaan terakhir pada periode tahun 2007-2008. Satu dasawarsa kemudian, Indonesia mendapatkan lagi kepercayaan atau amanah itu dari komunitas internasional.

“DPR RI menilai, betapa komunitas internasional sangat mempercayai peran dan komitmen Indonesia menjaga perdamaian dunia,” sebutnya.

Seperti diketahui, sidang majelis Umum PBB, Jumat (8/6) di New York,Amerika Serikat, telah menetapkan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020 mewakili Asia-Pasifik. Indonesia menggatikan Kazakhstan. yang masa keanggotaannya akan berakhir 31 Desember 2018.

Melalui proses pemilihan tertutup, Indonesia meraih 144 suara dukungan atau melebihi 2/3 suara dari total 190 negara anggota PBB yang hadir.

Apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada Menlu Retno dan para diplomat RI yang telah menunjukan konsistensi kerja keras mereka, terhitung sejak tahap pencalonan tahun 2016, periode kampanye dan lobi-lobi dengan semua negara sahabat.

Menlu Retno telah mempresentasikan empat fokus Indonesia untuk keanggotaan di DK PBB tahun mendatang. Upaya untuk mewujudkan perdamaian di Palestina pun masuk dalam agenda diplomasi Inodnesia.

Pimpinan DPR RI akan menugaskan Komisi I DPR untuk segera menyelenggarakan rapat dengan Kementerian Luar Negeri, guna mematangkan dan melakukan pendalaman atas fokus dan peran Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020. Pemerintah dan DPR harus bisa memaksimalkan momentum ini demi kesejahteraan dan kemakmuran dunia pada umumnya. (har)