KUPANG (Bisnis Jakarta) – Pelatih Bali United Widodo C Puto mengadakan coaching clinic bagi sejumlah pemain usia dini di Kota Kupang, NTT, yang merupakan program klub Liga I untuk memberikan kesempatan pemain usia dini bergabung dengan Bali United.

“Coaching Clinic ini merupakan suatu keharusan dari Bali United. Ini sudah dilakukan setiap tahun untuk memberikan kesempatan kepada adik-adik kita untuk meraih mimpi mereka,” katanya di Kupang, Selasa (12/6).

Kedatangan Widodo ke Kupang didampingi pemilik Bali United Pieter Tanuri serta salah satu pemainnya Yabes Roni yang berasal dari Alor, NTT. Coaching clinic yang dilakukan juga bagian dari proses seleksi untuk mencari pemain Bali United Academy.

“Di Kupang inikan sudah ada Bali United Academynya. Kemudian ada usia 16 tahunnya, kemudian ada senior seperti Yabes, oleh karena itu kita akan pantau terus pemain-pemain dari NTT,” tuturnya.

Menurutnya untuk mengembangkan bakat sepak bola dari pesepak bola Indonesia harus dimulai dari pembinaan usia dini. Sebab dengan adanya pembinaan usia dini di bidang sepak bola dipastikan bakat dan kemampuan anak-anak akan terus meningkat.

“Disamping itu menjadi sepak bola itu harus dari kemauan sendiri, jangan karena desakan dari orang lain, karena itu nantinya tidak akan berkembang,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Widodo menunjukkan cara mengiring bola, mendribel serta cara meminta bola dari teman saat akan direbut oleh lawan. Kehadiran dari Widodo serta Yabes memberikan semangat tersendiri bagi puluhan anak di Bali United Kristal FC tersebut.

Sementara itu pemilik Bali United Pieter Tanuri mengatakan bahwa, kehadiran dirinya bersama pelatih Bali United dan Yabes Roni sendiri adalah untuk memenuhi undangan dari pemilik Bali United Kristal FC David F yang selama ini mengundang mereka.

“Sudah lama kami dapat undangan dari Pak David untuk melihat bibit-bibit unggul di sini. Kebetulan juga ada kerja sama yang sudah kami jalin juga,” tambahnya.

Ia pun memuji lokasi dibangunnya lapangan SSB Bali United Kristal FC yang sangat strategis karena berada di pusat kota Kupang itu sendiri. Selanjutnya lanjut Pieter pihaknya akan terus memantau bibit unggul di Kota Kupang agar bisa diseleksi masuk dalam tim tim utama Bali United. (grd/ant)