DEPOK (Bisnis Jakarta) – Usai libur cuti bersama lebaran 2018, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah wilayah, guna mencari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tak masuk tanpa keterangan.

Sementara melihat kondisi di Balai Kota Depok saat apel pagi, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengapresiasi para ASN yang masuk tepat waktu pascacuti Lebaran. Dirinya berharap, di hari pertama masuk kerja, para pegawai tetap bisa melakukan pekerjaannya dengan maksimal.

“Jika sepintas dari peserta apel yang bekerja di Balai Kota, insya Allah tidak ada yang bolos. Saya mengapresiasi yang berdisiplin masuk sesuai jadwal yang ditentukan,” ujarnya di Balai Kota, Kamis (21/06).

Idris menjelaskan, untuk pemantauan ASN di luar lingkungan Pemkot BKPSDM akan memberikan teguran jika ditemukan ada pegawai yang tak hadir dihari pertama, terutama mereka yang tidak tanpa keterangan.

“Kalau dari sisi sanksi, karena tidak ada aturan khusus pemberian sanksi pasca-Idulfitri, maka kita masukan sanksinya ke dalam rangkaian akumulasi yang bersangkutan selama menjadi ASN,” katanya.

Pihaknya juga meminta ASN memaknai pesan positif mudik untuk meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat. Sebab Dengan mudik, setelah bertemu sanak saudara, ASN dapat merenungi hikmah-hikmah kehidupan. “Karena libur panjang, semangat kerjanya harus lebih meningkat, sehingga bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Menurutnya, mudik yang waktunya sangat singkat adalah gambaran hidup ini yang tidak abadi. Karena itu, waktu yang singkat ini harus dimanfaatkan ASN untuk bekerja sebaik-baiknya. “Kehidupan kita ini juga singkat, akan ada akhirnya,” katanya.

Dikatakannya, rangkaian kehidupan seperti perpindahan dari terminal ke terminal lainnya. Dalam kehidupan, imbuhya, terminal tersebut adalah fase, setelah dari dunia, akan menuju alam kubur, Padang Mahsyar, lalu akhirat. Selain itu, Mohammad Idris berpendapat, dalam perjalanan mudik tidak semuanya berjalan sesuai dengan keinginan. Misalkan saat macet, banyak manusia yang berkeluh kesah. (jif)