JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan akan benar-benar memenuhi janjinya menari Tarian Kecak selama 3 jam di Bali. Sebelumnya Hasto telah bernazar akan menari Kecak selama 3 jam apabila pasangan nomor urut 1 Calon Gubernur dan Wakil Gubenrnur Bali I Wayan Koster-Cokorda Artha Ardhana Sukawati menang dalam Pemilihan Gubenur Bali.

“Jadi di sana saya harus menari kecak tiga jam. Nanti. Karena dulu saya nazar nari Kecak tiga jam di Bali,” kata Hasto saat menggelar konferensi pers terkait hasil Pilkada Serentak 2018 di Kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/6).

Menurut Hasto, janjinya itu sebagai ungkapan atas prestasi PDIP yang berhasil mengambil alih kekuasaan yang selama ini dipegang kader dari Partai Demokrat. “Bali yang sebelumnya menjadi kekuasaan Demokrat untuk gubernurnya bisa kami ambilalih,” kata Hasto.

Meski kemenangan Koster-Ace masih didasarkan atas hitung cepat (quick count) namun ia meyakini dengan selisih yang cukup jauh persentase kemenangan kader murni dari PDIP itu sudah di depan mata. Berdasarkan hasil hitung cepat dari SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting), paslon nomor urut 1, Koster-Ace unggul dengan perolehan 58,25 persen. Sedangkan paslon nomor urut 2, IB Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) meraih 41,75 persen suara.

“Sehingga untuk pertama kali di Bali mencetak sejarah di mana Gubernur berasal dari kader PDI Perjuangan yaitu Pak I Wayan Koster. Wakilnya Pak Cok Ace yang telah menjadi kader PDIP,” imbuhnya.

Soalnya waktu pelaksanaan janjinya Itu, Hasto tidak memberi keterangan pasti. Namun, ia mengaku sejak dulu sudah terbiasa menari Kecak. Nazarnya berupa menari Kecak selama 3 jam disesuaikan dengan salah satu kebudayaan di Pulau Seribu Pura itu. “Bali merupakan basis kekuatan PDI-P harus terus menampilkan watak kebudayaannya,” sebut Hasto. (har)