JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta bersama dengan Kepolisian dan pihak terkait lainnya, memulai uji coba kawasan pembatasan kendaraan bermotor dengan penerapa sistem ganjil-genap. Namun, masih banyak pengendara ‎roda empat yang berpelat nomor ganjil masuk di ruas jalan DI Panjaitan, saat uji coba yang bertepatan dengan tanggal genap, Senin (2/7).

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, pelaksanaan uji coba ganjil-genap hari pertama dimaksudkan untuk rangkaian sosialisasi kepada masyarakat. Dishub DKI Jakarta telah memasang spanduk sosialisasi uji coba ganjil-genap di beberapa titik. “Hari pertama pelaksanaan uji coba ganjil-genap belum dilakukan penyeleksian kendaraan bermotor. Pekan pertama masih merupakan rangkaian sosialisasi penerapan ujicoba ganjil-genap,” kata Bambang.

Beberapa petugas Dinas Perhubungan dan kepolisian bersiaga di beberapa titik di ruas DI Panjaitan, terutama di simpang lampu merah. Petugas tidak menghentikan atau memberikan peringatan kepada pengendara yang berpelat nomornya dilarang masuk. “Pekan kedua akan dilakukan peringatan bagi pengendara yang melanggar di kawasan ganjil-genap,” tuturnya.

Pekan ketiga, kata Bambang, petugas akan melakukan pengalihan kendaraan bagi pengendara yang melanggar sistem ganjil-genap. “Awal Agustus nanti, baru kita melakukan penindakan terhadap kendaraan yang masih melanggar di jalur ganjil-genap,” katanya.

Dengan durasi sosialisisi yang dilakukan sejauh ini dan ditambah dengan pendekatan persuasif, kata dia, diharapkan pengendara dapat mengetahui informasi terkait perluasan sistem ganjil-genap dan me‎matuhi aturan yang berlaku di kawasan tersebut.

Sitem ganjil-genap yang diuji cobakan untuk mendukung pelaksanaan akbar Asian Games 2018. Diharapkan, dengan penerapan sistem ganjil-genap ini menurunkan volume/capacity (V/C) ratio dan meningkatkan rata-rata kendaraan bermotor. Tujuannya, untuk memperlancar pergerakan para atlet yang berasal dari 45 negara, untuk bergerak dari satu venue ke venue lainnya.

‎Menurut Bambang, tingkat V/C ratio a‎kan menurun menjadi 0,48 dari sebelumnya di angka 0,80. Jadi, ada penurunan sekitar 39,5 persen. Dengan V/C ratio‎ di angka 0,48 akan menambah kecepatan rata-rata kendaraan dari 32,46 km/jam menjadi 54,89 km/jam sehingga ada kenaikan tingkat kecepatan rata-rata kendaraan sebesar 69 persen. “Perluasan sistem ganjil-genap ini akan terjadi penurunan V/C ratio dan peningkatan kecepatan rata-rata kendaraan,” tuturnya. (son)