DEPOK (Bisnis Jakarta) – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) ikut turun tangan mengatasi penyakit chikungunya yang menyerang sejumlah warga di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok. Bantuan Kemenkes RI berupa pengambilan sampel nyamuk aedes aegipty, serta pemeriksaan darah warga yang terindikasi terjangkit virus tersebut.

Kepala Seksi Advokasi KLB Bidang Survailans Epidomologi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jakarta, Roeberji mengatakan, kedatangan tim Kemenkes berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok atas penyakit chikungunya yang menyerang warga. Untuk itu, tim Kemenkes mendatangi lokasi dan memfasilitasi pemeriksaan laboratorium.

“Ada laporan 11 sampel suspect chikungunya, ketika kami periksa 7 diantara positif. Karena itu kami perlu tahu kejadian di lapangan seperti apa untuk menentukan langkah pencegahan,” ungkapnya.

Pihaknya menjelaskan, butuh penelitian lebih lanjut untuk melakukan pengendalian nyamuk chikungunya. Hal tersebut untuk menentukan langka pencegahan yang efektif dilakukan untuk menekan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut.

“Karena berdasarkan penelitian nyamuk-nyamuk sudah kebal dengan pengasapan atau fogging. Selain itu, fogging tidak efektif jika tidak dilakukan sesuai dengan waktu hidup nyamuk, disitu masih banyak warga yang keliru, kami juga sekaligus memberikan edukasi kepada warga,” katanya.

Menurutnya, saat diperiksa kediaman 11 orang yang suspect chikungunya keadaannya sangat berpotensi adanya jentik nyamuk. “Jadi kami juga sosialisasi untuk selalu menjaga kebersihan, terutama di dalam bak penampungan air dan membersihan tumpukan barang-barang yang tidak terpakai,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengaku telah mengerahkan sejumlah tim kesehatan di wilayah dibantu kelurahan dan RT-RW untuk melakukan kerja bakti dan pengasapan atau fogging.

“Di laporan di sekitar Meruyung yang positif wabah chikungunya dan kami sudah gerak cepat untuk melakukan pemberantasan penyakit tersebut,” Kata Ernawati.

Dikatakannya, wabah chikungunya akan meningkat pada daerah-daerah yang banyak terdapat tumpukan sampah. Tidak hanya itu, juga akan menyerang wilayah yang ada genangan air untuk dijadikan sarang nyamuk.

“Masyarakat sudah kami beri pemahaman untuk menjaga kebersihan dan meminimalisir adanya tumpukan sampah dan genangan air yang tidak mengalir, karena perkembangan nyamuknya dapat semakin bertambah,” jelasnya. (jif)