DEPOK (Bisnis Jakarta) – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI) menggelar pameran Kerja (Job Fair) Nasional XVII, di Kota Depok. Dalam kegiatan tersebut, tersedia sekitar 1200 posisi lowongan dari 150 perusahaan yang digelar selama dua hari, di Balairung Hotel Bumi Wiyata, Margonda Raya.

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna selaku tuan rumah mengaku sangat mengapresiasi Job Fair tersebut. Pasalnya, kegiatan yang diselenggarakan di Kota Depok, bisa menjadi peluang bagi warga Kota Depok untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

“Adanya kegiatan ini memberikan dampak positif bagi Pemerintah Kota maupun masyarakat, khususnya di Kota Depok,” ujar Pradi di Depok, Rabu (04/07).

Meski Job Fair yang dilaksanakan berskala nasional. Namun pihaknya, berharap pada pihak penyelenggara untuk memprioritaskan Pencari Kerja (Pencaker) ber KTP Depok diberi kesempatan bekerja. “Kami berharap, meski ini skala nasional warga Kota Depok yang ikut serta tetap diprioritaskan,” katanya.

Sementara untuk mengurangi jumlah pengangguran di wilayah, Pradi mengklaim tengah mendorong investor memberikan kesempatan kerja bagi warganya. Terhitung sejak 2014 mencapai 80 ribu pengangguran di Kota Depok, dan 2018 pengangguran berkurang hingga 70 ribu. “Penurunan ini terbilang baik, dibandingkan dengan kota-kota lainnya,” ujarnya.

Tak hanya, investor para wirausaha yang tinggal di Kota Depok juga diwajibkan membuka lowongan pekerjaan bagi warga Kota Depok. Namun, tetap harus memiliki kemampuan di bidangnya. “Seluruh warga Kota Depok berhak mendapatkan posisi pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya,“ ungkapnya. (jif)