NUSA DUA (Bisnis Jakarta) – Gastronomi telah menjadi salah satu daya tarik Bali, bahkan UNWTO (Organisasi Pariwisata Dunia PBB) telah menetapkan Ubud sebagai prototype pengembangan pariwisata gastronomi dari Indonesia. Untuk itu, STP Bali menggelar workshop dengan tema Gastronomi Sebagai Daya Tarik Destinasi.

Ketua STP Bali, Dewa Gede Ngurah Byomantara mengatakan, STP sangat peduli terhadap pariwisata di Bali, salah satunya tentang Gastronomi. “Gastronomi bukan hanya merupakan seni kuliner, tetapi erat hubungannya budaya dengan kuliner,” kata Byomantara.

Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Vita Datau yang hadir sebagai narasumber mengatakan penetapan Ubud sebagai “UNWTO Gastronomy Destination Prototype” diharapkan menjadi daya tarik baru pariwisata  Bali. Ubud menjadi destinasi pertama yang akan dibranding sebagai destinasi gastronomi berstandar UNWTO sebagai endorser terbaik di dunia untuk bidang pariwisata. Ubud dipilib karena dinilai paling siap untuk menjadi destinasi kuliner. “Standar UNWTO itu ada lima, kuliner harus menjadi lifestyle, memiliki unsur sejarah dan budaya, memiliki produk lokal, story telling atau makanan yang dapat diceritakan, serta nutrisi yang dipenuhi,” kata Vita.

Selain Vita Datau, ada pula Antonio Montecinos yang merupakan Direktur Pusat Bisnis Gastronomi Hotel (Cegaho). Dalam paparannya, Antonio memberikan prioritas pada rantai nilai makanan dan pariwisata, terutama untuk berkontribusi pada keamanan pangan. “Pelestarian dan perlindungan warisan budaya gastronomi, pengembangan berlandaskan manfaat kepada masyarakat dengan memberikan pengalaman pariwisata melebihi harapan pengunjung,” kata Antonio.

Acara workshop ini juga dihadiri oleh Dinas Pariwisata, PHRI Gianyar, Ubud Homestay Association, International Chef Association, para Dosen Seni Kuliner dan Dosen Tata Hidang STP Bali dan para pimpinan dari STP Bali.

Tahun 2017, pendapatan dari kuliner sekitar 30 persen atau sekitar Rp 60 triliun dari total pendapatan pariwisata sekitar Rp 200 triliun. Pada tahun ini kuliner diproyeksikan menghasilkan devisa 20 miliar dolar AS atau setara Rp 223 triliun. (son)