DEPOK (Bisnis Jakarta) – Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyambangi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok guna mengetahui perkembangan kasus pelecehan seksual terhadap pelajar Sekolah Dasar (SD) yang menimpa Delapan dari 12 anak.

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti mengatakan terkait kasus tersebut pihaknya mengapresiasi respon Pemkot Depok karena telah menangani dan mendampingi korban dengan baik. Terutama pembiayaan proses rehabilitasi ditanggung pemerintah.

“Kami apresiasi perkembangan penanganan yang ditunjukkan Pemkot Depok. Kesungguhan Pemkot terkait masalah ini. Tentu langkah tersebut sangat penting. Dengan upaya yang dilakukan tersebut, saya berharap berdampak positif bagi korban,” Katanya di Balaikota Depok

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak (TK-PKLA) DPAPMK, Yulia Oktavia mengaku kini Pemkot bersama tim psikolog dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), sedang proses penjadwalan dua anak lagi, sedang sisanya berupa dilakukan pendekatan pada orang tua dan anaknya agar mau direhabilitasi.

Menurutnya, proses rehabilitasi yang dilakukan korban dan keluarganya agar mampu keluar dari trauma. Selain itu, yang lebih utama bisa meminimalisir potensi korban melakukan perbuatan serupa di kemudian hari.

“Sementara itu, orang tua korban yang ditangani oleh psikolog Puspaga sampai sekarang baru enam orang. Sisanya, kita akan terus lakukan pendekatan secara persuasif,” katanya. (jif)