Dukung Kunjungan Wisman, Ini Program Unggulan Biro Komblik Kemenpar

    JAKARTA (Bisnis Jakarta)-
    Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kemenpar menetapkan tiga program unggulan untuk mendukung target kunjungan 20 juta wisman. Tiga program dimaksud adalah Manajemen Krisis Kepariwisataan, Pelayanan Informasi Publik, dan Publikasi-Pengelolaan Media. "Tiga program unggulan (Top-3) Biro Komblik ini terkait langsung dengan keberhasilan dalam mewujudkan misi Kemenpar yakni mencapai target kunjungan 20 juta wisman sebagaimana ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo,” kata Kepala Biro Komblik Kemenpar Guntur Sakti dalam acara Silaturahmi Biro Komblik dan Forwapar (Forum Wartawan Pariwisata) di Jakarta, Rabu  (11/7) malam.

    Guntur Sakti didampingi Kabag Publikasi Nusantara & Pengelolaan Media Katijah, Kabag Manajemen Krisis Kepariwisataan Dessy Ruhati, Kabag Informasi Publik Djoko Waluyo, dan Kabag Publikasi Mancanegara Dadam Mahdar dan para kasubag pada kesempatan itu selain memperkenalkan diri sebagai Kepala Biro yang baru 4 bulan menjabat di Biro Komblik Kemenpar juga menjelaskan struktur organisasi serta tugas dan fungsi (Tupoksi) di masing-masing bagian. Biro Komblik memiliki 4 Kepala Bagian (Kabag) yang masing-masing membawahi 3 Kepala Subbagian (Kasubag). "Seluruh personil yang ada di Biro Komblik saat ini sekitar 50 orang. Semua bekerja dengan mengedepankan budaya kerja yang dicanangkan oleh Menpar Arief Yahya;  Win Way; Solid, Speed, dan Smart (3S),” kata Guntur Sakti.

    Dalam Top-3 program Biro Komblik, kata Guntur, mendapat penghargaan (award) di antaranya dalam ajang PR INDONESIA Awards (PRIA) 2018 sebagai Kementerian Terpopuler di Media 2017. “Penghargaan sebagai Kementerian Terpopuler di Media 2017 ini tentu tidak lepas dari dukungan media yang tergabung dalam Forwapar,” kata Guntur, seraya mengatakan melalui silaturahmi ini diharapkan program kemitraan dengan media di masa mendatang lebih ditingkatkan.

    Program manajemen krisis kepariwisataan, kata Guntur, telah diwujudkan ketika beberapa kali pariwisata Indonesia terkena dampak musibah bencana alam seperti erupsi Gunung Raung di Banyuwangi dan Gunung Agung Bali dan musibab lainnya, “Tim Krisis Kemenpar bekerjasama dengan media berusaha mengeliminir dampak negatif pemberitaan sehingga tidak berdampak secara signifikan terhadap menurunnya kunjungan wisman ke Indonesia," jelasnya.

    Dalam struktur organisasi Biro Komblik disebutkan Biro Komblik mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pengembangan informasi publik, publikasi dan pengelolaan media mancanegara, publikasi dan pengelolaan media nusantara, serta pengelolaan manajemen krisis kepariwisataan di lingkungan Kementerian. Biro Komblik mempunyai 4 bagian yakni; Bagian Publikasi Nusantara dan Pengelolaan Media, Bagian Informasi Publik, Bagian Manajemen Krisis Kepariwisataan, dan Bagian Publikasi Mancanegara.

    Dalam rangka meningkatkan kemitraan dengan media, program Biro Komblik pada Agustus 2018 mendatang akan menggelar acara Peningkatan Pemahaman Bidang Pariwisata Bagi Pers (outbound) 2018 . Pada kesempatan itu akan dipaparkan kebijakan pariwisata oleh pejabat di lingkungan Kemenpar dalam kegiatan orientasi, kemudian dilanjutkan dengan acara outbound mengunjungi obyek wisata alam di Rancabali Glamping Lakeside, Ciwidey Bandung Selatan, Jawa Barat. (son)