GIANYAR (Bisnis Jakarta) – Satu eksperimen berani kembali dilakukan pelatih kepala Bali United, Widodo C Putra saat menjamu PSM Makassar pada laga ke-15 Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (11/7) malam. Skor 2-0 untuk tuan rumah menjadi akhir dari laga sarat gengsi tersebut. Hasil inipun memperpanjang rekor kemenangan pelatih Widodo atas Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts. Sebelumnya Widodo menang atas tim Rene Alberts saat menangani Sriwijaya FC dan Bali United musim lalu.

Absennya dua bek tengah, Demerson Bruno Costa yang sedang cedera dan Agus Nova yang terkena larangan bermain akibat kartu merah di laga sebelumnya, membuat Widodo mencoba memainkan Dallen Doke di sisi kanan. Sementara bek tengah diserahkan kepada Ricky Fajrin yang tetap fasih memerankan posisi tersebut.

Sebelumnya posisi kanan ditempati Taufik Hidayat saat tim Serdadu Tridatu bertandang ke kandang Persebaya. Dallen Doke yang menjalani debut bersama tim senior di pertandingan perdana Piala Indonesia, tampil meyakinkan mengawal sisi kanan Bali United.

Bali United hanya memerlukan waktu enam menit untuk membuka keunggulan setelah Ilija Spasojevic mencetak gol ke gawang PSM. Spaso sukses memanfaatkan sepak pojok Lilipaly dengan sontekan pahanya.

Di menit 17 tim Serdadu Tridatu hampir memperbesar keunggulan lewat aksi Stefano Lilipaly, sayangnya tendangan keras Fano yang melewati kiper PSM, masih membentur tiang kanan gawang PSM Makassar.

Menit 35 kembali Bali United mendapat peluang emas. Kali ini Spasojevic yang hamper mencetak gol keduanya setelah lepas dari penjagaan pemain belakang PSM, sayangnya tendangannya masih mampu digagalkan kiper PSM. Pada menit 39, kembali Bali United mendapat peluang emas lewat aksi Stefano Lilipaly. Sayangnya tendangan akrobatik Fano masih mampu digagalkan kiper PSM, Syaiful.

Sampai dengan babak pertama usai, skor 1-0 untuk keunggulan Bali United tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, situasi berubah. Tim tamu PSM bermain lebih menyerang. Beberapa pergantian pemain pun dilakukan tim pelatih PSM Makassar dengan memainkan pemain-pemain dengan karakter menyerang seperti Rahmat dan Ferdinand Sinaga.

Namun ketangguhan Wawan Hendrawan di bawah mistar gawang ditambah solidnya duet Ricky Fajrin dan Ahn Byungkeon di lini pertahanan Bali United benar-benar membuat lini depan PSM kesulitan menyamakan kedudukan. Di menit 78, seisi Stadion Kapten I Wayan Dipta kembali bergemuruh menyambut masuknya pemain anyar Bali United asal Belanda, Melvin Platje. Melvin Platje masuk menggantikan peran Ilija Spasojevic di lini depan Bali United.

Terus mendapat tekanan, tim Serdadu Tridatu justru sukses memperbesar keunggulan pada menit ke 88 lewat aksi Stefano Lilipaly. Fano yang lepas dari jebakan offside sukses melewati hadangan kiper PSM sebelum akhirnya menceploskan bola ke gawang kosong. Sampai dengan babak kedua usai skor 2-0 untuk keunggulan Bali United menjadi hasil akhir pertandingan.

Usai laga, pelatih kepala Bali United, Widodo Cahyono Putro mengakui laga tersebut berlangsung sangat ketat. Ia menyebut kedisiplinan anak asuhnya menjadi faktor penting tim meraih kemenangan.

“Walaupun beberapa pemain harus absen dan PSM tampil dengan kekuatan penuh, kami tidak menganggap bila kami bermain dengan pemain-pemain cadangan. Siapa pun yang bermain, itu adalah pemain inti,” ujar Coach Widodo.

“Saya salut dengan perjuangan keras para pemain yang telah berjuang dari awal sampai akhir. Terima kasih juga pada suporter yang telah memberikan dukungan luar biasa untuk kami. Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan.”

Di sisi lain, Rene Alberts mengakui keunggulan Bali United. Ia mengakui lawannya tersebut bermain lebih efektif, sehingga membuat anak asuhnya kebingungan dalam mengambil keputusan. Sang pelatih merujuk kepada terjadinya gol Stefano Lilipaly menjelang laga berakhir.

“Babak pertama milik Bali United, dan babak kedua milik kami. Kami memiliki kesempatan membuat skor menjadi imbang di babak kedua. Tapi mereka akhirnya menjadi pemenang, karena bisa memanfaatkan kelengahan kami,” ungkap Rene Alberts.

“Kami memaksakan serangan dari sisi kanan. Saya beri tahu pemain agar garis pertahanan jangan terlalu tinggi, dan akhirnya terlihat bingung. Bali United bermain sangat efektif, sehingga membuat pemain kami terlihat bingung mengambil keputusan.” (grd)