DEPOK (Bisnis Jakarta) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok menjelaskan serangan penyakit dalam budidaya ikan konsumsi seperti nila, gurame dan lele, kerap dialami sebagian petani. Untuk itu, beberapa solusi dapat dilakukan agar petani tak merugi di saat panen tiba.

Kepala UPT BBI DKPPP Kota Depok, Nur Hidayat mengaku tidak bisa dimungkiri, serangan penyakit pada budidaya ikan sering ditemui seperti penyakit white spot dan aeromonas. Salah satu solusinya yakni dengan menurunkan suhu pada air kolam agar lebih hangat. “Petani bisa mengurangi ketinggian air kolam hingga dicapai suhu yang hangat,” katanya di Depok.

Selain itu, solusi lainnya dengan pemberian pakan ikan yang dilengkapi probiotik. Sebab Pakan jenis tersebut mampu memperkuat daya tahan ikan terhadap serangan penyakit. Meski demikian, pihaknya mengaku masih terdapat cara lain, seperti vaksin khusus ikan. Namun, harganya di Indonesia masih cukup mahal.

“Kami (BBI) diberikan formula probiotik yang bagus untuk ketahanan penyakit ikan dari balai yang khusus menangani hal ini, tetapi masih tahap observasi, sehingga belum bisa diketahui keefektifannya. Sementara pengobatan dengan cara ini dilakukan sampai ikan benar-benar sehat dan kembali aktif.” Ungkapnya.

Namun, pihaknya tak menampik, kematian pada budidaya ikan kerap terjadi mesk sudah dicegah dengan cara preventif. Hal itu menurutnya, karena kematian sudah merupakan siklus tahunan. “Kami berharap ke depan ada cara lain yang lebih akurat untuk mencegah kematian pada budidaya ikan, yang disebabkan oleh cuaca,” harapnya. (jif)