JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Sebanyak 240 mahasiswa dan dosen Indonesia berhasil memperoleh beasiswa dari Uni Eropa melalui Program Erasmus+ (Erasmus Plus). Para penerima beasiswa Erasmus+ ini akan menempuh studi tingkat S-1, S-2, S-3 dan pasca-doktoral di Eropa, baik untuk program gelar maupun nongelar atau pertukaran. “Sebagian dari penerima beasiswa Erasmus+ akan menempuh pendidikan di dua perguruan tinggi atau lebih yang terletak di negara Eropa yang berbeda,” kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guérend saat penyerahan beasiswa di Jakarta, Sabtu (14/7).

Selain dihadiri sejumlah pejabat Uni Eropa, penyerahan beasiswa juga dihadiri Pjs. Direktur lntra Kawasan dan Antar Kawasan Amerika dan Eropa dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Virdiana Ririen Hapsari, Programme Manager the UE Delegation to Indonesia and Brunei Darussalam Destriana Nugroho, serta EMA Country Representative for Indonesia Marsela Husen.

Vincent mengatakan, beasiswa Erasmus+ ini memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk menambah wawasan tentang kebudayaan, bahasa serta sistem akademik yang ada di Eropa, serta bertemu dengan berbagai orang di perguruan tinggi terbaik di Eropa. Selain meningkatkan ilmu, kata Vincent, beasiswa ini juga bertujuan untuk memperkaya pengalaman hidup para generasi muda dan membantu meningkatkan saling pengertian dan keterbukaan antar manusia dan budaya. “Kami berharap beasiswa ini dapat mendukung mereka untuk meningkatkan keahIian di bidang masing-masing, dan sekembalinya ke Indonesia mereka akan membawa ketrampilan dan pengetahuan yang bermanfaat untuk negara dan diri mereka sendiri, serta kenangan indah tentang Eropa,” kata Vincent.

Sementara Virdiana mengatakan, dunia semakin terjalin erat dibandingkan sebelumnya. Munculnya Artificial Intelligence, Machine Learning, Internet of Things dan Cloud Computing menciptakan peluang ekonomi jika dapat bekerja sama untuk memanfaatkannya. “Indonesia membutuhkan lebih banyak ahli Sains, Teknologi, Teknik, Matematika (STEMS) dan Humaniora, yang dapat berkolaborasi dengan baik di masa depan,” katanya.

Sejak tahun 2004, sudah lebih dari 1.600 mahasiswa Indonesia yang memperoleh manfaat dari Program Beasiswa Erasmus+. Beasiswa Erasmus+ juga memberikan kesempatan bagi para mahasiswa dan dosen asal Eropa untuk menempuh pendidikan atau mengajar di berbagai universitas di Indonesia. “Sejak awal tahun 2018, sebanyak 97 mahasiswa dan dosen dari Eropa telah datang ke Indonesia melalui program ini,” tambah Vincent.

Dosen Universitas Telkom Ella Jauvani Sagala yang aka  mengikuti program pertukaran dosen ke Spanyol mengatakan, Erasmus+ memberikan kesempatan berharga yntuk perkembangan karir, berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta mendorong terjalinnya kerja sama yang baik antara perguruan tinggi di Indonesia dan Eropa.Selain beasiswa Erasmus+, Uni Eropa bekerja sama dengan ASEAN juga memberikan 500 beasiswa bagi mahasiswa ASEAN melalui Program EU Support to Higher Education in ASEAN Region (SHARE).

Melalui berbagai program beasiswa, Uni Eropa dan Negara-Negara Anggota Uni Eropa memberikan lebih dari 1.500 beasiswa setiap tahunnya kepada mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di Eropa. (son)