Kembangkan LCC Terminal, AP II Gunakan Konsep Humanless

TANGERANG (Bisnis Jakarta) – Konsep terminal khusus penerbangan berbiaya murah (LCC) akan seperti Terminal 4 Changi, Singapura. Terminal LCC bukan menghilangkan fasilitas sesuai dengan konsep berbiaya murah, tetapi memang dirancang agar biaya di terminal itu menjadi lebih hemat dibanding dengan terminal dengan layanan penuh (full service). “Apakah Changi kualitas terminalnya jelek, tidak. Apakah Changi meniadakan banyak hal, tidak. Jadi, kita akan menyesuaikan itu,” kata Dirut PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin usai Coffee Morning dan Breakfast Meeting di Tangerang, Selasa (24/7).

Acara dihadiri Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, para direktur di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara, para Direktur maskapai penerbangan nasional, Direktur Angkasa Pura I dan II, Direktur AirNav Indonesia, Ketua asosiasi maskapai penerbangan sipil dan stakeholder serta asosiasi penerbangan lainnya.

Menurut Awaluddin, Terminal 4 Bandara Changi, Singapura merupakan bandara dengan konsep “humanless” atau hampir seluruh fasilitas tanpa tenaga manusia, mulai dari konter lapor diri (check in), penyimpanan bagasi, hingga konter imigrasi. Sehingga, biaya yang seharusnya untuk menggaji karyawan bisa dihemat karena seluruhnya sudah bisa dikerjakan oleh mesin.

Menurut Awaluddin, layanan yang diberikan dari jasa manusia itu memakan biaya sangat tinggi. “Layanannya kalau sekarang di Terminal 1 dan 2 Soekarno-Hatta walaupun kita sudah klaim terminal LCC, tapi masih didominasi layanan manusia, layanan manusia itu mahal karena operator harus menyediakan tenaga kerja dengan rancangan bandara untuk manusia,” katanya.

Untuk itu, dia akan mengurangi porsi layanan manusia di terminal LCC yang akan dikembangkan nanti untuk memangkas komponen biaya. Dengan demikian, dia berharap maskapai LCC juga akan menyesuaikan konsep tersebut dengan tetap mempertimbangkan keuntungan dari pengoperasian terminal LCC tersebut. “Memang nanti ada komponen biaya yang kita bisa atur, itu yang saya sebut konteks komersial,” katanya.

Sebelumnya, Awaluddin memaparkan konsep terminal khusus penerbangan berbiaya murah (LCC) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dia menjelaskan apabila terjadi penyesuaian pembangunan terminal LCC pada saat revitalisasi, maka konsepnya adalah Terminal 1 khusus penerbangan perbiaya murah domestik.

Terminal 2 khusus penerbangan berbiaya murah domestik dan internasional dan Terminal 3 khusus penerbangan dengan layanan lengkap (full service) baik domestik maupun internasional. “Bagaimana nanti dengan adanya Terminal 4, maka akan diposisikan jadi “full service” terminal,” katanya.

Menurut Awaluddin, konsep terminal penerbangan berbiaya hemat sudah ada di Bandara Soekarn-Hatta, seperti Terminal 1 yang memang khusus untuk penerbangan domestik LCC yang diisi Maskapai Lion Air dan Citilink.

Meskipun, lanjut dia, masih belum sempurna karena adanya Batik Air di sana dan di Terminal 2 masih dioperasikan penerbangan internasional full service. “Yang mau kita lakukan adalah `upgrade terminal yang sudah ada, meskipun dalam kenyataannya sudah terjadi segmentasi itu. Kami melihat program ini bisa disinkronkan dengan revitalisasi,” katanya. (son)