TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Seorang siswa di kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendadak statusnya sebagai pelajar di SMA N 6 menggantung. Pasalnya, siswa tersebut dianggap tidak diterima karena datanya tidak ada di sekolah padahal dirinya sudah mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS).

“Anak saya merasa malu, katanya saat pembagian kelas dia lihat namanya di papan tidak ada, baik di kelas IPA maupun IPS, kata anak saya ada dua orang katanya yang dipanggil sama guru bagian kurikulum bernama Diani, kemudian setelah menghadap ibu Diani anak saya disuruh pulang, sementara yang satunya lagi tidak,” Ungkap orangtua siswa, Leonita.

Lebih lanjut Leonita mengatakan tidak hanya sudah mengikuti MOS, dirinya bahkan sudah menebus seragam sekolah sebesar 570 ribu rupiah. “Pegawai di koperasi menyatakan bahwa anak saya telah diterima karena ada bukti kertas yang menyatakan anak saya telah diterima di sekolah itu, dan akhirnya saya pun membeli seragam atas anjuran pegawai koperasi sekolah tersebut, seharga 570 ribu rupiah,” imbuhnya.

Sementara itu, Budi selaku Humas SMA 6 Tangsel mengatakan terkait anak sekolah yang dikeluarkan saat ini sedang dibicarakan, dan dicek dia dari jalur apa. “Nanti kalau daftar namanya ada, apa kesalahanya, tadi saya dengar katanya karena telat mengirim data, kalau memang namanya udah ada terus datanya sudah ada bisa disisipkan lagi itukan memang sudah resmi kalau memang sudah ada,” tandasnya.

Kasus dikeluarkannya MFH inipun menuai kegeraman Gubernur Banten, Wahidin Halim. WH mengecam keras apabila pihak sekolah terbukti telah mempersulit masyarakat untuk bisa mendapatkan layanan pendidikan. Oleh karenanya ia akan mengutus Inspektorat Provinsi Banten mengusut tuntas adanya kasus di SMA Negeri 6 Tangsel. “Sampai bisa jual seragam gimana. Nanti hasil pemeriksaan inspektorat harus dilaporkan kepada saya,” cetusnya.

Atas adanya kejadian ini WH juga menganggap pihak sekolah tidak mendukung kebijakan dari program pendidikan yang telah digulirkannya. “Dari pertama yang namanya sekolah saja saya gratiskan,” tandasnya. (nov)