DPRD Bogor Desak Sekolah Kerap Tawuran Ditutup

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor mendesak aparat terkait cepat tanggap dan perduli, dengan semakin maraknya aksi tawuran pelajar yang terjadi di Kota Bogor. Bahkan sejumlah anggota DPRD Kota Bogor mendesak sekolah yang selama ini kerap melakukan aksi tawuran izinnya dicabut atau bila perlu ditutup.

“Ya, tentu semua harus perduli dan cepat tangap dengan fenomena tawuran di Bogor yang akhir-akhir ini semakin brutal dan sudah banyak merengut korban jiwa,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, di DPRD Kota Bogor. Rabu, (01/8).

Untuk itu, Heri mengaku dalam upaya mencegah maraknya tawaruan pelajar di kotanya, pihaknya telah berencana dalam waktu dekat ini akan memanggil dinas, sekolah dan instasi terkait untuk membahas persolan tersebut.

“Kita akan panggil kepala sekolah yang anak muridnya sering terlibat tawuran. Kalau perlu kita akan buat surat rekomendasi kepada pihak atau dinas terkait di Provisnsi Jawa Barat agar sekolah tersebut dikenakan sanksi tegas. Sebab, untuk sekolah SMA/SMK itu sekarang ini kewenangannya memang ada di Provinsi,” ujarnya.

Politisi senior di Bogor dari partai Golkar itu mengaku sangat prihatin dengan berbagai kasus kenakalan pelajar, khususnya tawuran pelajar di kotanya yang kerap memakan jatuhnya korban jiwa. “Kita sebagai para tua harus tau aktivitas anak-anak kita di luar rumah. Siapa saja temannya, ngapain meraka di luar dan lainnya. Intinya para orang tua wajib perhatikan hal itu. Sekali lagi perhatian dari para orang tua ini sangat penting,” jalasnya.

Sedangkan untuk sekolah atau para guru, juga harus berani melakukan tindakan tegas kepada anak muridnya yang ditengarai atau terlibat tawuran. “Sweping di sekolah atau di sekitar lingkungan sekolah, saya rasa itu perlu dilakukan. Anak juga jangan dibiarkan terlalu banyak waktu luang untuk bersantai dan lainnya, sehingga waktu itu kerap digunakan oleh anak untuk melakukan hal-hal yang tidak sewajarnya seperti tawuran dan lainnya,” sarannya.

Sementara itu pada Selasa kemarin, tepatnya sekitar pukul 17.30 WIB, seorang pelajar di Bogor salah satu pelajar dari SMPN Cibungbulang 2, bernama Firgi (13 th), harus meragang nyawa stelah terlibat dalam aksi tawuran antar pelajar yang terjadi di depan Terminal Bubulak, Kota Bogor.

Dalam kejadian tersebut, Fergi yang saat asik nongkrong bersama teman-tamennya di sekitar terminal Bubalak, tiba-tiba diserang sekelompok pelajar dari sekolah lain dengan menggunakan berbagai senjata tajam. “Korban meninggal di lokasi kejadian akibat terkena sabetan celurit dan samurai oleh pelajar lain yang saat itu menyarangnya,” kata Agung (54), warga sekitar.

Terkait kasus tawuran tersebut, aparat kepolisan Polres Bogor mengaku saat ini telah mengamankan sejumlah pelajar yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. (bas)