Pertemuan Jokowi dengan Sekjen Partai Pendukung, Bahas Perkembangan Cawapres

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkakan pertemuan Joko Widodo (Jokowi) dengan sembilan Skretaris Jenderal (sekjen) partai koalisi pendukungnya membicarakan empat poin penting, salah satunya mengenai calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya.

Kepada para Sekjen, Jokowi menyampaikan perkembangan mengenai perkembangan terkait dinamika nama cawapres yang disepakati. Namun, Hasto tidak bersedia mengungkapkan apa yang disampaikan Jokowi terkait pembicaraan cawapres.

“Pak Jokowi sempat sampaikan ketika berada di tempat, beliau menyampaikan berbagai perkembangan terhadap cawapres,” kata Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu (1/8).

Namun khusus untuk cawapres, pembahasan nantinya hanya terbatas dilakukan oleh Jokowi dan para ketum partai.

Yang pasti, Pertemuan dengan para sekjen pendukung dalam suasana yang riang, semuanya tampak gembira ketika Jokowi menyampaikan tentang arahan politiknya. “Semua menyatakan Pak Jokowi, monggo pertimbangkan dengan sebaik-baiknya nanti disampaikan. Kami sepakat siapa yang bapak putuskan nanti,” terangnya.

Hasto memastikan koalisi pendukung Jokowi berada dalam kondisi percaya diri yang tinggi membawa Jokowi kembali memimpin periode berikutnya. Sehingga tidak khawatir dengan siapapun pasangan yang akan melawan Jokowi dalam Pilpres 2019.

“Kalau kita liat kan dengan berbagai macam kombinasi terjadi, ya apapun namanya kontestasi kan kita harus siap berkontestasi dengan siapapun,” kata Hasto.

Ia mengklaim bahwa saat ini pihaknya berada jauh didepan dibandingkan dengan lawan politiknya. “Karena kami bergerak dengan keyakinan terlebih parpol pengusung Pak Jokowi ini sudah melangkah jauh ke depan. Kami sedang mensosialisasikan kebijakan pak Jokowi dan keberhasilannya,” ucapnya.

Apalagi, menurutnya dengan membaca dukungan barisan kekuatan partai di parlemen yang mencapai 62 persen sehingga siapapun cawapres yang nanti diputuskan, akan berkompetisi secara sehat dengan baik dan strateginya sama tetap bergerak ke bawah memenangkan hati rakyat.

Hasto juga memastikan pengumuman nama cawapres Jokowi tidak perlu menunggu koalisi kubu Prabowo Subianto mengumumkan cawapresnya terlebih dahulu. Sebab, pihaknya masih punya waktu cukup banyak sampai batas pendaftaran pasangan capres-cawapres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kita tidak menunggu ya karena KPU kan memberi waktu pada 4 Agustus sampai 10 Agustus,” kata Hasto.

Dalam rentang waktu tersebut, menurut Hasto masih ada tahapan yang perlu dibicarakan dengan partai-partai pendukung Jokowi.

Hal lain yang juga dibicarakan dengan para Sekjen adalah mengenai pengaturan tentang tim sukses. Terkait ini, belum ada pengaturan detail terkait tim sukses untuk Pilpres 2019 nanti. Jokowi hanya meminta tim sukses nanti menyertakan berbagai unsur mulai dari parpol, tokoh masyarakat, hingga relawan.

Nantinya, setiap partai bakal memiliki tim pemenangan sendiri dengan masing-masing representasi masuk ke dalam tim besar kampanye pengusung Jokowi. Tim kampanye tersebut akan diumumkan kala nama capres dan cawapres resmi diajukan.

“Sehingga kami mempersiapkan segala sesuatunya dari para sekjen ini, kemudian nanti setelah capres dan cawapres diumumkan kami sampaikan terhadap susunan tim kampanye tersebut,” kata Hasto.

Sementara itu, Sekjen Partai Persatuan Prmbangunan (PPP) Arsul Sani mengaku ada arahan khusus kepada sembilan sekjen partai politik koalisi pendukung bakal Capres Jokowi. Salah satunya mrngenai nama cawapres yang diajukan Jokowi.

Sama seperti Hasto, Arsul tidak mau membocorkan nama cawapres yang telah dipilih Jokowi dalam isi arahan rahasia tersebut.

Arsul berdalih tidak mau melanggar kesepakatan yang menjadi wasiat pertemuan. “Soal nama ya, satu cawapres. Yang kedua… hal-hal ya… soal yang namanya rahasia ya, kok tanya ke saya. Saya melanggar wasiat, dong,” sebut anggota Komisi III DPR RI ini.

Ia hanya memperjelas isi arahan rahasia dari Jokowi berupa sejumlah petunjuk. Yaitu sosok cawapres Jokowi merupakan WNI dan beragama Islam. “Kan clue-nya ada dua, yang pertama warga negara Indonesia. Yang kedua beragama Islam, kan. Cuma begitu saja clue-nya,” sebut Arsul.

Mengenai sikap sembilan sekjen yabgvhadir, Soal cawapres Jokowi itu disebut Arsul telah disepakati parpol koalisi. Seluruh parpol, termasuk PPP, tersenyum menyambut cawapres pilihan Jokowi itu.”Yang jelas sih, PPP senyum saja gitu, lo. Artinya, kita itu nggak kecewa,” katanya.

Pertemuan Jokowi dengan sembilan sekjen partai politik koalisi pendukung pendukung dilajukan di di Grand Garden Resto & Cafe, kompleks Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Rabu malam (31/7/2018). Presiden Jokowi mrmberikan arahan khusus bersifat rahasia trntang cawapres yang telah dipilihnya.

Kesembilan sekjen yang hadir, yakni Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Paulus, Sekjen Partai Nasdem Johnny G. Platte, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding. Selain itu, Sekjen Partai Hanura Herry Lontung, Sekjen PPP Asrul Sani, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawa. (har)