TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Hingga bulan Juni 2018, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat sudah ada ratusan orang warga yang terserang virus Demam Berdarah Dengue (DBD). Virus penyakit yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti itu perlu diwaspadai, karena bisa menyebabkan kematian.

“Sampai bulan Juni (jumlah korban DBD) 171 orang,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Tangsel Tulus Muladiyono.

Lebih lanjut Tulus mengatakan, meningkatnya pasien demam berdarah juga terlihat dari antrean warga yang membutuhkan mesin pengasapan atau fogging. Pihaknya berjanji apabila memang sangat dibutuhkan akan memperbaiki mesin fogging yang telah rusak. “Akan diupayakan pinjem PKM lain lewat dinas,” imbuhnya.

Tulus menghimbau kepada masyarakat pada tujuh wilayah kecamatan di Kota Tangsel agar warga selalu waspada terhadap wabah DBD dengan terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk membersihkan lingkungan melibatkan seluruh warga.

Menurutnya, penyebaran virus DBD tergantung dari populasi nyamuk aedes aegypti yang ada di suatu wilayah. Selama ada banyak tempat penampungan air bersih nyamuk bisa berkembang biak secara cepat. “Kami akan terus memantau kasus DBD ini,” pungkasnya. (nov)