JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan alasan memberikan masukkan Nawacita Jilid II kepada Presiden Joko Widodo jika nanti kembali terpilih pada Pemilihan Presiden 2019.

Masukkan disampaikan pimpinan ormas terbesar kedua di Indonesia itu dalam sambutannya pada acara Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (6/8).

Mengenai anggapan bahwa masukkan ini sebagai bentuk dukungan Muhammadiyah terhadap Jokowi, Haedar menegaskan bahwa pihaknya hanya akan mendukung proses politik yang sehat.

“Muhammadiyah selalu mendukung proses politik yang sehat, positif dan demokratis. Muhammadiyah kan, tetap dalam posisi sebagai ormas dan dakwah, kita beri masukan jika pemerintahan ini diberi peluang lagi oleh rakyat itu maka ini poin kebijakan. Nanti kalau kami bertemu yang lain, kami juga beri masukan,” tegasnya.

Menurutnya masukkan ini perlu disampaikan karena saat ini pihaknya merasakan karena tujuan-tujuan politik menyebabkan jebolnya peradaban bangsa. Tentang kedaulatan misalnya, dia menjelaskan sebenarnya pihaknya sudah paham bagaimana pemerintah sekarang melakukan renegosiasi Freeport sampai 51 persen, kemudian Blok Mahakam dan Blok Rokan.

“Ke depan harus dalam mindset besar bahwa Indonesia yang besar dan kaya rasa harus punya prinsip kedaulatan,” ujarnya.

Ia meyakini pada periode kedua nanti, jika terpilih, Jokowi bakal kembali mengusung Nawacita Jilid II. Oleh karena itu, masukan Muhammadiyah diperlukan untuk kepentingan bangsa.

“Muhammadiyah kan, lebih baik dari hulu. Jadi kami beri masukan-masukan agar proses politik ke depan tidak hanya bicara wapres, wapres dan wapres, tetapi juga berbicara tentang kebijakan strategis,” ujarnya.

Masukan Muhammadiyah untuk Nawacita Jilid II Jokowi direspon para Sekretaris Jenderal partai politik pendukung Jokowi yang menggelar pertemuan di Posko Pemenangan Jokowi di Jalan Cemara, Thamrin atau yang dikenal dengan aebutan Posko Cemara.

Pertemuan antar sekjen merupakan pertemuan lanjutan untuk mempertajam visi dan misi Presiden Jokowi melalui Nawacita Jilid II. Selain itu, pertemuan juga membahas teknis penyusunan tim kampanye pemenangan Jokowi di Pilpres 2019.

Hasto bercerita, tiap kali bertemu dengan Haedar Nashir, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sangat terkesan karena alam pikir Haedar yang penuh kebijaksanaan, inspiratif dan berkemajuan.

“Kami menyambut baik dan berterima kasih atas masukan Beliau. Sangat positif untuk menjadikan Nawacita II menjadi aganda prioritas yang menjawab berbagai persoalan bangsa dan sekaligus memberikan arah pembangunan bangsa 5 tahun kedepan,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto semalam mewakili sekjen parpol lainnya.

Hasto menilai gagasan PP Muhammadiyah sangat bisioner dan berkemajuan. “PDI Perjuangan menanggapi positif usulan 6 poin Nawacita II dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir,” ujarnya.

Ia menjelaskan ketika program Nawacita I disusun, saat itu persoalan bangsa dikategorikan menjadi 4 persoalan pokok, yakni merosotnya kewibawaan negara, melemahnya sendi perekonomian nasional, intoleransi dan krisis kepribadian bangsa. “Tiga masalah pokok itulah yang menjadi landasan penyusunan visi misi Jokowi-JK,” urainya.

Pemerintahan yang dijalankan Jokowi-JK melalui konsolidasi politik yang tidak mudah, dan berbagai persoalan fiskal serta situasi perekonomian dunia yang belum begitu membaik, Pemerintahan Jokowi-JK berhasil meletakkan fondasi bagi kemajuan Indonesia Raya seperti fondasi bangunan bangsa Indonesia yang lebih produktif, peningkatan kualitas SDM.

Juga peningkatan karakter bangsa, penguatan posisi sebagai bangsa maritim, sistem infrastruktur sebagai leverage pertumbuhan ekonomi ke depan, dan aspek keadilan melalui pembangunan dari pinggiran, dan prestasi lainnya di bidang pengentasan kemiskinan dan keadilan melalui kartu keluarga harapan, kartu Indonesia Pintar, kartu Indonesia sehat, dan lainnya.

“PDI Perjuangan akan memasukkan usulan Pak Haedar yang sangat konstruktif tersebut ke dalam Nawacita II,” pungkasnya. (har)