TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Lahan resapan air di Situ Rompong, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diuruk oleh pihak pengembang PT. Harapan Permai secara berlebihan. Hal ini membuat sejumlah pihak mengecam tindakan yang dianggap dapat merusak kelestarian lingkungan.

“Pengurukan telah mengganggu kelestarian ekosistem lingkungan sekitar. Kami khawatir bila musim hujan terjadi banjir lantaran lahan resapan air semakin menyusut,” ungkap warga yang bermukim di RT 05 RW 05, Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Andri.

Lebih lanjut Andri mengatakan, kegiatan pengurukan mulai berlangsung sejak bulan puasa kemarin. Warga tak bereaksi lantaran mengira pengurukan hanya dilakukan di lahan milik pengembang PT Harapan Permai Indonesia saja. “Tapi lama kelamaan kita perhatiin urukannya malah melebar,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Mukkodas Syuhada menegaskan pihak PT Harapan Permai Indonesia telah kelebihan menguruk lahan. Pengembang cluster Revista Rempoa tersebut terindikasi telah menguruk lahan Situ Rompong yang terletak di Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur. “Pengembang sudah off side. Kelebihan lahan yang diuruk 10.124 meter persegi,” cetusnya.

Mukkodas menambahkan, pihak pengembang telah mengantongi surat rekomendasi pengurukan yang dikeluarkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat. Tetapi izin resmi hanya mencapai 14.552 meter persegi. “Pengembang mengaku nguruk mau bikin lapangan bola,” tandasnya. (nov)