H-1 PAN Tentukan Arah Koalisi di Rakernas

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan pihaknya akan menggelar rapat kerja nasional (rakernas) pada Kamis (9/8) atau satu hari menjelang batas akhir pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Rakernas yang rencananya digelar pada Minggu (5/8/2018) diundur hingga H-1 batas akhir pendaftaran capres dan cawapres 2019 pada 10 Agustus. Agenda rakernas untuk menentukan arah dukungan PAN akankah ke koalisi pendukung capres Joko Widodo atau capres Prabowo Subianto.

“Jadi kalo rakernas besok harus jelas dong siapa yang diputuskan capres dan cawapresnya,” kata Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/8).

Ketua MPR RI ini mengatakan penundaan rakernas hingga H-1 pendaftaran dilakukan karena sejumlah DPW PAN masih menggelar rapat pleno dalam rangka menentukan arah dukungan pasangan capres dan cawapres di pilpres.

Saat ditanya kemungkinan PAN akan bergabung ke barisan pendukung Jokowi, Zulkifli malah menjawab partainya lebih mementingkan perolehan suara Pemilu Legislatif (Pileg) daripada Pipres.

“Gini ya, partai kan yang paling penting itu kepentingan agar di parlemennya bagus ya. Kursinya di parlemen naik. Itu paling penting,” kata Zulkifli yang juga merahasikan lokasi rakernas.

Zulkifli Hasan enggan menjawab saat ditanya ihwal kemungkinan partainya bergabung dengan koalisi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

Bahkan, sikap tertutup Zulkifli juga ditunjukkan usai dirinya menemui Presiden Jokowi di Istana Negara, kemarin sore.

Tidak ada penjelasan dari pertemuan tertutup di luar agenda resmi Presiden Jokowi itu. Usai pertemuan, Zulkifli bergegas masuk ke dalam mobil berplat B 1707 RFS meninggalkan area Istana Kepresidenan Jakarta. Zulkifli tidak menghiraukan keberadaan wartawan lantaran kaca mobilnya tertutup rapat.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto memberi sinyal partainya cenderung mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Namun, dukungan tersebut masih terganjal sejumlah persoalan.

“Peta sudah jelas ya, kita Insyaallah ke Prabowo kalau dari peta yang ada. Tapi sekali lagi ada syaratnya, yaitu kita tetap mendorong Bang Zul (Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan),” kata Yandri di Gedung DPR.

Apabila Prabowo tidak memilih Zulkifli Hasan sebagai cawapresnya, PAN masih mau berkompromi yaitu pilihan cawapres harus dari non-parpol. Dengan demikian, bisa menjadi jalan tengah yang bisa diterima semua partai koalisi pendukung Prabowo.

“Kalau tidak (memilih Zulkifli Hasan) itu kita tetap minta tetap ke Pak Prabowo tidak ngambil partai lain,” kata Yandri. Dia menegaskan keputusan akhir sikap resmi PAN akan diambil saat rakernas. (har)