RI Targetkan Ekspor 250 Ribu Unit Ranmor

    JAKARTA (Bisnis Jakarta)-
    Pemerintah mentargetkan produksi untuk kendaraan bermotor pada tahun 2020 dengan total produksi sebanyak 1.500.000 unit dengan target pada tahun 2035 produksi naik menjadi 4.000.000 unit. Sedangkan target pasokan kendaraan bermotor untuk diekspor pada tahun 2020 sebesar 250.000 unit dan meningkat 600% pada tahun 2035 atau naik menjadi 1.500.000. Demikian diungkapkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto  usai penadatanganan kerjamasama antara Malaysia Automotive Institute (MAI) dan  Indonesia Automotive Institute (IOI) di Jakarta, Jumat (10/8).

    Kerjasama ditandatangani I Made Dana Tangkas sebagai President Indonesia Automotive Institute (IOI) dan Dato Mohamad Madani Sahari
    Chief Executive Officer Malaysia Automotive Institute (MAI). Selain dihadiri Menperin, kerjasama disaksikan Ir Dr Mohd Shahreen Zainooreen Madros Chief Executive Officer Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE).

    Airlangga mengatakan, untuk merealisasi target tersebut perlu kebijakan dukungan tambahan, seperti Tax Holiday and Tax Allowance untuk investasi baru atau perluasan untuk menarik investasi asing dan membina industri nasional. Selain itu, perlu pengurangan pajak penghasilan hingga 300 persen untuk perusahaan yang melakukan kegiatan R & D.

    Hal lain tentu terkait dengan persyaratan konten lokal untuk pembelian pemerintah yang akan menekankan faktor brainware. Kemudian, kata dia, perlu menetapkan kebijakan untuk lokalisasi komponen utama kendaraan listrik, seperri Baterai, Inverter, Motor listrik dan Peralatan Pengisian Daya. "Perlu menpromosikan pemakaian atau penggunaan re newable energy (bio fuel, biodiesel, bio ethanol)," pesannya.

    Sejatinya, Ketua Umum Golkar ini mendorong industri otomotif berkembang tidak hanya memberikan efek positif buat neraca perdagangan tapi juga efek yang lebih luas. 

    Made Dana mengatakan, kolaborasi antara kedua lembaga Industri Otomotif Indonesia (IOI) dan Malaysia Automotive Industry (MAI) telah dimulai di awal 2017 dengan penandatangan MoU untuk membangun kemitraan dan usaha bersama untuk peluang bisnis. Kolaborasi fokus pada tiga bidang utama yaitu pengembangan sumber daya manusia, pengembangan rantai suplai dan pengembangan teknologi.

    Kolaborasi telah memulai sukses di area supply chain development atau IKM development melalui sukses business matching pada bulan Maret 2018 dengan menghasilkan 10 potensial vendor yang akan berkolabosasi dan 2 vendor yang sudah dalam tahap finalisasi kolaborasi (PHN dengan PT Gading Toolsindo) dan (Betamek dengan PT Rekadaya). (son)