Berbagai senjata tajam (sajam) seperti ini kerap digunakan oleh para pelajar di Bogor untuk melakukan aksi tawuran.

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Diduga dalam pengaruh minuman keras, 3 orang pelajar SMP di Bogor berinisial FR, AS dan Fa, diamankan petugas dari Satuan Tugas (Satgas) Anti Tawuran Pelajar, Kata Bogor. Dari dalam tas para pelajar tersebut, petugas juga mengamankan 2 bilah senjata tajam berupa celurit yang diduga akan digunakan untuk menyerang salah satu siswa dari sekolah lain, di Jalan Lodaya, Kecamatan Bogor Tengah.

“Awalnya kami hanya curiga dengan gelagat ke tiga orang pelajar itu. Kemudian saat kami dekati, dari mulut ketiga anak itu juga tercium aroma bau miras yang cukup menyengat. Benar saja pada saat kami periksa di dalam tas mereka kita temukan dua bilah celurit ini,” kata Ajay (32), salah satu anggota Satgas Pelajar, Kota Bogor. Jum’at, (10/08/18).

Kepada petugas FR mengaku, 2 bilah celurit itu meraka dapat dari membeli dari seorang pelajar lainnya di Kabupaten Bogor. “Itu hanya untuk jaga-jaga saja kalau kita diserang pelajar dari sekolah lain,” kata meraka.

Menanggapi makin maraknya aksi tawuran pelajar yang kerap terjadi di kotanya dalam beberapa hari terakhir ini, Ketua Satgas Pelajar Kota Bogor, Yana Mulyana mengaku sangat prihatin dengan prilaku pelajar di Bogor yang sekarang ini semakin nekat dan brutal. Bahkan, dalam berbagai kejadian, tidak sedikit menelan jatuhnya korban sia-sia hanya gara-gara tawuran.

“Itu yang menjadi keprihatinan kita bersama. Untuk itu kami Satgas Pelajar Kota Bogor telah mengusulkan kepada dinas terkait untuk segara menambah muatan kurikulum dalam mata pelajaran Penjaskes, Konseling atau BP, Agama dan PKN, di sekolah agar ditambah dan diperkuat untuk mencegah makin maraknya aksi kenakalan pelajar ini,” tegasnya. (bas)