TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Pasca tawuran yang merenggut nyawa seorang pelajar di wilayah Setu kota Tangerang Selatan (Tangsel) beberapa waktu lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) dan Kepolisan setempat berencana menggelar deklarasi pelajar anti kekerasan, anti narkoba dan anti radikalisme.

“Rencananya kami akan mengundang 1000 pelajar dari SMK Sasmita Jaya 1 dan SMK Sasmita Jaya 2 untuk melakukan deklarasi tersebut. Kami ingin berkontribusi menyangkut kondusifitas siswa di Tangsel,” ungkap Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono.

Lebih lanjut Taryono mengatakan, pihaknya berupaya agar kedepan tidak ada lagi kejadian membahayakan serupa di Kota Tangsel yang mengakibatkan tawuran antar pelajar. “Sejak kejadian itu, kami dari Pemkot Tangsel terus mengawal dan mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.

Selain itu, sambung Taryono, Kepolisian akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengamankan sekolah dan jalur-jalur yang rawan. “Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Satpol PP agar mengaktifkan kembali penjagaan disaat jam sekolah dan luar sekolah sehingga tidak ada lagi kumpulan-kumpulan orang yang mengakibatkan tawuran,” ujarnya.

Sehingga, siswa dapat kembali belajar dengan tenang dan mau berangkat ke sekolah tanpa harus merasa takut terjadi tawuran kembali. “Intinya kami ingin memastikan bahwa pendidikan di Kota Tangsel akan kembali kondusif dan anak-anak berani berangkat sekolah dan pulang sekolah dengan aman,” pungkasnya. (nov)