TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Menjelang hari raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mewaspadai penyebaran antrax. Karena itu, lapak dan hewan ternak kurban dipasangi tanda agar konsumen dapat memastikan sebelum membeli.

“Yang paling diwaspadai di even qurban adalah penyakit anthrax. Itu disebarkan bakteri,” ungkap Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan DKP3 Kota Tangsel, Pipit Surya Yuniar.

Lebih lanjut Pipit mengatakan, bakteri ini disebarkan oleh spora yang sudah menginfeksi ternak. Gejalanya perakut. Artinya hewan bisa mati dalam kurun waktu 24 jam. Karena itu dirinya berpesan kepada seluruh pedagang hewan ternak kurban untuk melakukan antisipasi penyebaran penyakit melalui vaksinasi. Itupun harus dilakukan di daerah yang telah dinyatakan endemis.

“Tangsel tidak (endemis antrax). Jadi lebih ke kontrol lalu lintas ternak,” imbuhnya.

Pipit menambahkan, pihaknya juga tidak akan melakukan penyemprotan desinfektan. Hanya saja ternak di lapak-lapak pedagang akan diperiksa oleh petugas kesehatan hewan dari Puskeswan DKP3 Tangsel secara bertahap. “Lapak akan diberikan sticker jika telah diperiksa dan hewan distempel,” pungkasnya. (nov)