JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Pasangan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno menjalani pemriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (13/8).

Dari kerabat yang mendampingi, Prabowo datang ke RSPAD Gatot Soebroto didampingi keponakannya yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djoyohadikusumo. Sedangkan Sandiaga tidak terlihat didampingi istrinya, Nur Asia ataupun anaknya.

Kepada wartawan yang menunggunya, Prabowo bercerita tentang ketakutannya dengan jarum suntik. Apabila diminta memilih, mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus mengaku lebih baik memilih terjun ke medan perang ketimbang harus bertemu dengan dokter, terutama jarum suntik.

“Saya mantan tentara yang takut dokter, terutama takut suntik saya, lebih baik suruh terjun saja,” kata Prabowo terkekeh usai menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dalam kesempatan itu Prabowo menjelaskan, dirinya harus mengikuti serangkaian perintah dokter sebelum menjalani panjangnya rentetan tes kesehatan. Ia mengaku sempat kelaparan karena harus berpuasa selama delapan jam.

“Saya diperintah oleh dokter untuk puasa dari jam 8 malam, nggak biasa saya, biasa makan jam 10 malam, saya jadi nggak tidur, kelaparan. Tapi, karena perintah dokter nggak berani saya melanggar,” ujar Prabowo.

Ia baru bisa menghilangkan rasa laparnya usai diberi sarapan sesaat sebelum memulai tes kesehatan di RSPAD. Sebelum tes kesehatan, Prabowo mengaku menyantap bubur ayam sebagai sarapan.

Sementara itu, Sandiaga memuji kualitas pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim dokter gabungan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan RSPAD yang sudah sekelas internasional. Ia pun berharap tes kesehatan kali ini dapat berjalan lancar.

“Profesional banget pemeriksaannya. Jadi, kita terima kasih nih sama semua dokter-dokter, luar biasa ini kelas dunia fasilitasnya, mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” kata Sandi.

Matangkan Tim

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan Gerindra bersama koalisi terus mematangkan tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Para ketum partai politik pengusung akan mendapat tempat terhormat di tim pemenangan.

“Tentu saja ketum partai pengusung harus kita tempatkan di tempat yang terhormat karena ketum orang yang sangat penting bagi penentuan kebijakan partai politiknya dan kebijakan parpolnya akan dituangkan dalam platform dan perjuangan capres-cawapres,” ujar Ahamd Muzani.

Muzani lalu berbicara soal Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Partai Demokrat sebelumnya menepis kabar kalau SBY jadi ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi. “Karena itu, penempatan yang terhormat bagi para ketum. Bagi kami sangat penting, termasuk Pak SBY dan ketum parpol lainnya,” ujar Muzani. (har)