Kekeringan, Warga Mandi di Sungai

TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Memasuki musim kemarau, kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di kota Tangerang Selatan (Tangsel). Salah satunya di Kampung Koceak, ratusan warganya terpaksa menggunakan sungai sebagai sumber utama air. “Sudah rutin, kalau enggak hujan sebulan saja pasti kami dilanda kekeringan,” ungkap salah seorang warga, Ahmadi.

Lebih lanjut Ahmadi mengatakan, warga setempat mengaku kekeringan selalu melanda permukiman mereka, tepatnya di RT 06 RW 02 kelurahan Kranggan, kecamatan Setu, Kota Tangsel. Akibatnya ratusan warga di kampung tersebut terpaksa menggunakan air kali untuk keperluan mandi dan mencuci. “Sudah sebulan ini terpaksa mandi dan cuci baju di kali, kalau buat memasak atau minum kita beli air isi ulang,” imbuhnya.

Dari pantauan, kondisi air Kali Cisalak terlihat kotor dan dipenuhi sampah. Kendati demikian warga mengaku tak punya pilihan lain. Aktivitas mengambil air di kali dilakukan bersama warga setiap pagi dan sore hari. Umumnya warga akan menyimpan pasokan air kali setelah mereka mandi bersama di kali pada pagi harinya. “Kalau nyuci pakaian dan mandi di kali langsung, kalau yang kami bawa buat ngepel dan buang hajat saja,” katanya.

Menurut Ahmadi, selama hampir sebulan kekeringan melanda kampungnya, baru satu kali mobil tangki bantuan Pemkot Tangsel datang memberikan pasokan air bersih. “Baru sekali, kalau tidak salah Senin minggu lalu, itu juga enggak rata semua orang kebagian. Cuma satu mobil doang, ya enggak cukuplah,” pungkasnya. (nov)