Hewan Kurban di Tangsel Didominasi Sakit Mata

TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak kurban. Dari pemeriksaan yang dilakukan, kebanyakan hewan kurban didominasi sakit mata. “Hampir di setiap lapak ada satu ekor kambing dan sapi yang sakit mata,” ungkap Kepala Seksi Peternakan, Sandra Larasari.

Lebih lanjut Sandra mengatakan, pemeriksaan dilakukan dengan menyisir sejumlah lapak pedagang hewan kurban yang ada di Tangsel. Menurutnya, berdasarkan pendataan jumlah pedagang hewan ternak kurban yang tersebar pada tujuh wilayah kecamatan di Kota Tangsel ada sekitar 200 lapak.

Sandra menambahkan, faktor penyebab kambing dan sapi sakit mata karena perjalanan dari lokasi asal sampai titik lapak penjualan jauh. Hewan ternak kurban itu mengalami iritasi. “Kan sapi dan kambing diangkut pakai truk atau pick up. Ditambah lagi lokasi lapak pedagang ada di pinggir pinggir jalan. Jadi matanya rentan kena debu,” imbuhnya.

Meski demikian, lanjut Sandra, hewan ternak kurban sapi dan kambing yang sakit mata tidak membahayakan. Dagingnya tetap aman dikonsumsi. “Tidak berbahaya, cukup diberi obat tetes mata atau jamu tradisional bisa langsung sembuh,” pungkasnya. (nov)