Proyek Tol Pemalang-Batang, BNI Himpun Dana Rp 1,9 Triliun

    JAKARTA (Bisnis Jakarta)-
    Sebagai Mandated Lead Arrangers dan Bookrunners (MLAB) pembiayaan proyek jalan tol Pemalang-Batang, BNI menghimpun dana tambahan sebesar Rp 1,9 Triliun secara sindikasi dari 14 bank konvensional serta bank syariah. "Total nilai proyek sebesar Rp 7,49 triliun tersebut, sekitar 70% atau Rp 5,21 Triliun dibiayai secara sindikasi," kata Corporate Secretary BNI Kiryanto di Jakarta, Selasa (28/8).

    Pemberian tambahan kredit sindikasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Dirut PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR) Supriyono, Direktur Teknik PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR) Arman D Panjaitan, Pemimpin Divisi BUMN & Institusi Pemerintah (BIN) BNI A.A.G Agung Dharmawan, Pemimpin Unit Sindikasi BNI Betty N Alwi, dan segenap pimpinan bank peserta sindikasi.

    Sebelumnya, BNI sudah terlibat pembiayaan tersebut dengan porsi sebesar Rp 1,5 Triliun. Menurut Kiryanto, proyek jalan tol tersebut secara keseluruhan dibiayai oleh 19 Bank Konvensional dan 6 Bank atau Anak Perusahaan Syariah. “Fasilitas ini sebenarnya adalah upaya BNI untuk menggalang perbankan nasional tidak saja bank umum tetapi juga perbankan syariah dan bank-bank daerah yang potensi pembiayaannya untuk infrastruktur patut diperhitungkan," paparnya.

    Dengan berpartisipasi dan memimpin kredit sindikasi ini, kata Kiryanto, BNI mendukung penuh program pemerintah yang salah satu memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Prinsip pembiayaan ini juga mempedulikan sosial dan lingkungan seperti ini untuk memitigasi risiko sosial dan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat sekitar sekaligus memotivasi untuk semua pihak untuk menjalankan pembangunan yang keberlanjutan.

    Dengan penandatanganan pemberian fasilitas pembiayaan sindikasi ini, jelas Kiryanto, BNI berharap peran bank-bank Syariah dan bank-bank daerah di dalam pembangunan infrastruktur semakin meningkat, sejalan dengan misi BNI sebagai bank komersial sekaligus Agen Pembangunan dalam menunjang pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang menjadi prioritas utama pemerintah. 

    Sebelumnya, BNI telah aktif terlibat dalam pembangunan Jalan Tol Trans Jawa yaitu itu jalan tol ruas Kanci Pejagan, Pejagan-Pemalang, Semarang Solo, Solo Ngawi, Ngawi Kertosono, dan Surabaya Mojokerto. BNI juga aktif membiayai proyek infrastruktur lainnya seperti Pelabuhan Laut, Jalan Tol Trans Sumatera, Jaringan Telekomunikasi, Pembangkit Listrik dan Jaringan Transmisi Jarak Jauh. (son)