Bank Sampah Tangsel Sebulan Raup Belasan Juta

TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat ada sekitar 180 bank sampah yang tersebar di kota tersebut. Setiap kali menimbang bank sampah bisa menghasilkan uang antara 400-1 juta rupiah.

“Dalam satu bulan bank sampah itu melakukan timbangan sebanyak dua kali. Program itu tentunya punya nilai ekonomis. Sekali menimbang satu bank sampah bisa menghasilkan uang mulai Rp400-Rp1 juta. Manfaat bank sampah inilah yang terus diedukasi,” ungkap Kepala DLH Kota Tangsel, Drs. H. Toto Sudarto.

Lebih lanjut Toto mengatakan, untuk mengatasi persoalan sampah warga pihaknya juga melakukan edukasi tentang pentingnya membuat bank sampah di lingkungan sekitar. Selain mengatasi sampah, bank ini punya nilai ekonomis.

“Bank sampah yang produktif dalam sebulan bisa hasilkan uang belasan juta. Makanya jumlah warga yang jadi nasabah terus bertambah. Karena setiap musim tahun ajaran baru sekolah dan lebaran nasabahnya bisa gepok celengan dari hasil memilah sampah yang disetorkan ke pengelola bank sampah,” imbuhnya.

Toto menambahkan, pihaknya terus mencoba agar pengelolaan bank sampah di kalangan masyarakat bisa berjalan masif, efektif dan tepat sasaran. Rencana strategisnya limbah rumah tangga yang dibuang ke TPA Cipeucang, Kecamatan Setu semakin berkurang.

“Di Tangsel kita punya bank sampah 180 yang aktif, dan sekira 30 yang belum terdata. Tetapi kita terus melakukan pendekatan harapannya sampah di tpa cipeucang bisa berkurang,” pungkasnya. (nov)