Walikota Bogor, Bima Arya, saat membuka acara Workshop Kepariwisataan, di Hotel Onih, Jalan Paledang, Kota Bogor.

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menarget kunjungan wisatawan yang datang kotanya pada 2019 mendatang akan mencapai 7,3 juta wisatawan. Jumlah tersebut meningkat cukup fantastis dari target tahun 2018 ini yakni 6,7 juta wisatawan.

Walikota Bogor, Bima Arya mengatakan sector pariwisata selama ini masih menjadi andalan utama peningkatan PAD Pemkot Bogor. “Meski kita akui bahwa persaingan dibidang kepariwisataan saat ini cukup ketat. Tapi saya yakin bahwa sektor pariwisata di Kota Bogor akan terus berkembang. Dan kami selaku pemerintah daerah akan senentiasa mendorong dan mendukungnya,” kata Bima Arya, saat membuka acara Workshop Kepariwisataan, yang digelar Dinas Pariwsata dan Kebudyaan (Disparbud) bersama Persatuan Hotel dan Restoran Indoensia (PHRI) Kota Bogor, di Hotel Onih, Jalan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah. Senin, (27/08).

Workshop kepariwisataan yang mengusung tema “Strategi Bersama dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan ke Kota Bogor” tersebut diikuti sejumlah peserta dari berbagai lembaga dan stakeholder terkait, yakni mulai dari pemilik/pengelola hotel, obyek wisata, restoran, pramuwisata, mojang jajaka, blogger, SKPD terkait hingga organisasi kepariwisataan dan komunitas cinta Bogor.

Kepala Disparbud Kota Bogor, H. Shahlan Rasyidi menyampaikan, dalam upaya menghadapi persaingan global disektor kepariwisaaan sekarang ini perlu adanya strategi dalam meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke Kota Bogor. “Selain promosi, tentu fasilitas sarana infrastruktur dan penunjangnya juga harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, Disparbud Kota Bogor telah sepakat mengandeng Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan lembaga terkait lainnya untuk bersama-sama mempromosikan potensi wisata yang ada di Kota Bogor. “Acara workshop hari ini adalah salah satu upaya dalam mensinergikan program, sekaligus mempromosikan potensi pariwisata di Kota Bogor,” ujarnya.

Sahlan, berharap melalui ajang ini akan memunculkan gagasan dan inovasi untuk menunjang sektor kepariwisataan di Kota Bogor. “Saya percaya apa yang menjadi target kita bersama, yakni 6,7 juta wisatawan tahun ini akan tercapai dan pada 2019 nanti harus mampu tembus target 7,3 juta wisatawan. Sebab, dari data yang saya lihat sampai dengan awal Agustus kemarin saja, ternyata sudah 75 persen,” sebutnya yang langsung disambut aplus meriah dari para peserta worshop.

Terlebih lagi, imbuhnya, saat ini diketahui sejumlah objek wisata baru dan kekinian yang ada di di Kota Bogor juga telah siap dibuka. “Ada beberapa wahana kekinian seperti Devoyage, Kuntum Nursery, Trans Mart dan objek wisata lainnya yang juga gencar melakukan berbagai inovasi juga telah siap menunjang kepariwisataan yang ada di Kota Bogor,” ujarnya. (bas)