Walikota Bogor, Bima Arya, saat menjadi pembicara dalam acara Seminar Bisnis Digital Marketing, di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor.

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, saat ini masih banyak pelaku UMKM di kotanya mulai dari kuliner hingga kerajinan yang masih terpaku dan mengandalkan sitim pemasaran produknya dengan menggunakan cara-cara tradisional atau konvensional biasa. Padahal disatu sisi perkembangan pasar digital atau dengan sitim (online) kedepan akan semakin berkembang dan menjadi tren di masyarakat.

“Saya berharap teman-teman disini bisa masuk membantu mereka, pasarnya sudah ada tinggal masalah branding dan sebagainya,” kata Walikota Bogor, Bima Arya, saat menjadi narasumber dalam acara Seminar Bisnis Digital Marketing, dengan tema ”Digital Marketing Untuk Industri Kreatif”, di Aula Kantor Dinas Pendidikan, Jalan Pajajaran, Kota Bogor. Senin, (02/09).

Bima Arya menyampaikan, bahwa teknologi digital harus bisa membangun kultur yang baru dan memberi kemudahan bagi warga. Beberapa kebijakan berbasiskan teknologi digital yang sudah diterapkan dibeberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kota Bogor, diantara Blue Room Disdukcapil dsn Bogor Green Room di Balai Kota Bogor. “Bola ada ditangan kalian, kalian adalah generasi melanial dengan jutaan tantangan sekaligus juga jutaan harapan, tetapi harus dipahami segala sesuatu itu harus punya makna, untuk apa kita mendulang rupiah dari luar tetapi tidak memiliki makna bahkan tidak memiliki nilai lebih,” tutur Bima Arya, yang langsung mendapat tepukan gemuruh dari ratusan peserta seminar.

Saat ini Kota Bogor bersama kota lain sebagai peyengga Jakarta, telah menempati urutan kedua setelah Tokyo dan sekitarnya dalam konteks Megacity. “Para ahli juga memperkirakan pada 2045 Jakarta dan sekitarnya akan menyatu dan menjadi kota Besar dunia (Megra City). Sebab kedepan Bandung dan Jakarta juga akan menyatu. Jadi dari konteks ini akan banyak sekali peluang pasar digital yang semakin terbuka luas di Bogor,” paparnya.

Walikota Bogor itu menambahkan, bahwa dengan seiring perkembangan tersebut, tentu ruang pasar digital di Indonesia khususnya di Bogor dan sekitarnya akan sangat besar. Siap atau tidak, yang pasti perkembangan dunia industri kreatif tidak bisa dilawan tetapi harus disiasati dengan cara kolaborasi dan pengaturan agar berkeseimbangan. “Silahkan berkreasi, pasar di Bogor luar biasa, pasar domestik orang Bogor, pasar Jakarta dan sekitarnya sebagai megacity adalah pasar digital yang dahsyat,” harapan Bima Arya. (bas)