Program Sekolah Ibu untuk ketahanan keluarga yang digulirkan Walikota Bogor, Bima Arya, bersama TIM Penggerak PKK Kota Bogor terus mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan.

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Pemerintah Kota Bogor mendapat apresiasi positif dari pihak kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam upaya mewujudkan program ketahanan keluarga di kotanya. Maka dari itu IPB sebagai salah satu lembaga pendikan tinggi negri yang ada di Bogor akan terus mendukung berbagai program Pemerintah Kota Bogor dalam upaya mewujudkan ketahan keluarga secara bersama-sama untuk warga Kota Bogor.

“Sukur alhamdulillah kami dari IPB punya hubungan yang baik dengan Pemerintah Kota Bogor. Kami mengembangkan program secara bersama, memberikan masukan kepada walikota. Ini salah satu contoh yang baik bagaimana sinerginya terjaga. Targetnya sama, yakni menyejahterakan keluarga,” kata Dekan FEMA IPB, Dr. Ujang Sumarwan, pada acara seminar Internasional bertajuk ‘Challenging Family in Asia: Present and Future’ yang dihelat oleh Fakultas Ekologi Manusia (FEMA-IPB), di Gedung International Convention Center (IICC), Botani Square, Kota Bogor. Selasa, (04/09).

Dalam acara seminar intrernasional yang dihadiri para akademisi dan praktisi pengembangan anak dan keluarga dari 5 negara peserta, yakni Indonesia, Australia, Korea Selatan, Malaysia dan Thailand itu, Walikota Bogor, Bima Arya, juga sempat memaparkan, arah pembangunan di Kota Bogor ke depan menuju kota yang ramah untuk keluarga. “Seluruh kebijakan akan mengarah pada upaya ketahanan dan ramah keluarga. Mulai aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi dan tata kota,” papar Walikota Bogor.

Bima Arya, merasa sangat yakin bahwa menguatkan nilai-nilai dalam keluarga menjadi strategi utama untuk mewujudkan suksesnya Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga. “Dari keluargalah tercetak generasi penerus bangsa yang handal dan berprestasi. Meski tentunya juga harus turut didukung sekolah dan lingkungan yang baik. Maka dari itu untuk mewujudkan ha; tersebut, pembangunan tidak harus terfokus secara fisik tapi juga isu sosial dan juga human development-nya.

Walikota Bogor itu menjelaskan, bahwa demi tercapainya tujuan dari program Kota Ramah Keluarga di Kotanya tersebut tentu dibutuhkan peran perempuan karena bicara keluarga ujung tombaknya adalah para ibu-ibu yang memang berada dalam keseharian. “Kami di Kota Bogor telah memiliki program untuk hal tersebut yakni salah satunya dengan telah digulirkannya program ‘Sekolah Ibu’ untuk menambah pengetahuan dan kemampuan para ibu agar mereka dapat menjalankan perannya dalam keluarga membangun sikap positif pada anak–anaknya,” pungkas Walikota Bogor, Bima Arya. (bas)