DEPOK (Bisnis Jakarta) – Matinya belasan unggas secara mendadak milik salah satu peternakan di Kelurahan Bedahan, Sawangan Kota Depok sempat mengkhawatirkan warga setempat. Untuk mengantisipasi adanya penyakit menular diantara unggas tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) mengaku telah mengirimkan petugas, mengambil sampel unggas jenis kalkun tersebut untuk diuji di laboratorium.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Depok, Dede Zuraida menjelaskan dari beberapa kalkun yang mati diambil sampel kepala sampel swab atau ulas trachea untuk dikirim ke Laboratorium Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) Bogor untuk peneguhan diagnosa.

“Hasil lab belum keluar dan belum bisa dipastikan. Namun, mengantisipasi adanya penyakit flu burung, pemilik wajib menggunakan perlengkapan perlindungan diri khusus untuk di dalam kandang.” ujarnya di Balai Kota, Senin (10/09).

Namun, meski baru dugaan unggas tersebut terkena Newcastle Disease (ND) atau Avian Influenza (AI). Sebagai langkah antisipasi, pihaknya mengimbau agar pemilik unggas memisahkan hewan yang sehat. Sedangkan untuk unggas mati ditangani dengan cara dibakar dan dikubur dengan ditaburi kapur.”Jika positif AI, maka unggas lainnya seperti ayam, akan dipisahkan dari kandang unggas yang sudah mati,” katanya.

Iya juga menghimbau, agar penyakit unggas diwaspadai dan segera diantisipasi sedini mungkin. Tentunya dengan pemberian vaksin yang bisa dilakukan secara swadaya oleh peternak. Selain itu, warga diminta mengurangi aktivitas warga di sekitar kandang. Artinya orang yang masuk kadang hanya boleh peternak saja, karena biasanya peternak sudah kebal.

“Kalau sudah ada hewan yang mati mendadak, harus segera diantisipasi. Caranya dengan memberi vaksin pada unggas tersebut dan jika kasus ini hasilnya positif AI, akan dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar berikut dengan kandangnya.” Ungkapnya. (jif)