DEPOK (Bisnis Jakarta) – Terminal Jatijajar yang masuk kategori tipe A, di Jalan Raya Bogor, Tapos, Kota Depok mulai dilakukan diuji coba. Kegiatan yang resmikan Wali Kota Depok, Mohammad Idris diharapkan dapat memudahkan warga untuk menggunakan bus antar-kota antar-provinsi (AKAP). Masyarakat juga dapat lebih aman dan nyaman dengan sejumlah fasilitas yang ada di Terminal Jatijajar.

“Semoga dengan beroperasinya terminal ini dapat menjawab seluruh permasalahan transportasi di Kota Depok. Keberadaan terminal ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat yang ingin bepergian ke luar kota,” ungkapnya.

Idris juga mengklaim Terminal Jatijajar dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti ruang tunggu, mushola, serta halaman parkir yang luas. Selain itu juga tersedia food court atau tempat makan di dalam area terminal guna mendongkrak perekonomian warga.

Sedangkan untuk, keberadaan food court di Terminal Jatijajar dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di Kota Depok. Nantinya, akan dilakukan sinergitas dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok agar dapat merangkul pengusaha lokal untuk memperkenalkan hasil usaha mereka di food court tersebut. “Dengan menggandeng semua pelaku usaha Depok di food court untuk meningkatkan ekonomi,” jelasnya.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono mengaku pengoperasian Terminal Jatijajar dilakukan secara bertahan. Pasalnya, masih ada beberapa sarana dan prasana yang belum selesai pembangunannya. “Untuk tahap awal dilakukan uji coba sementara hingga pembangunan jembatan selesai pada akhir tahun 2018. Ditargetkan pada awal tahun 2019 terminal ini sudah dapat beroperasi secara normal,” katanya.

Pihaknya menjelaskan Terminal Jatijajar diklaim dapat menampung kurang lebih 200 bus. Kemudian nantinya semua bus AKAP yang berada di Jalan Raya Bogor maupun dari Terminal Terpadu Kota Depok di Jalan Margonda akan beroperasi di Terminal Jatijajar. (jif)