Banyuwangi Manjakan Wisatawan Dengan Harga Murah

    BANYUWANGI (Bisnis Jakarta)-
    Pariwisata Banyuwangi sedang naik daun, bahkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memastikan wisatawan yang datang tidak akan mendapatkan harga yang mahal ketika melakukan perbelanjaan di Bumi Blambangan ini. "Saya pastikan semua harga di Banyuwangi murah, sehingga wisatawan tidak akan kesulitan mendapatkan souvenir maupun merasakan kuliner di tanah kami,” tegasnya saat menerima presstour Kemenpar di Banyuwangi, Jumat (21/9).

    Diakuinya, dengan kehadiran biaya hidup murah, belanja murah di prioritaskan untuk kehidupan masyarakat sehingga berdampak pada ongkos menjadi murah semua menjadi efisien dan mekanisme mulai produksi hingga produsen menjadi lebih efisien. "Tentu dengan hal seperti ini membuat wisatawan semakin betah dan pasti balik kembali karena inilah yang kita inginkan. Terlebih berwisata bukan sebatas sekali datang saja melainkan continue, otomatis ini membuat pendapatan di Banyuwangi semakin meningkat,” bebernya.

    Demi menghindari para pemain yang “nakal”, maka pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Fungsinya, keberadaan wisatawan akan merasa nyaman kala berwisata di Banyuwangi. "Kita saling menginfokan dan berkolaborasi sehingga kenakalan para pemain menjadi terhindarkan, terlebih kehadiran digital semakin memudahkan kita untuk terus memantau keadaan di lapangan,” paparnya.

    Tak itu saja, pria berkacamata ini menyadari dengan mengandalkan pariwisata membawa perubahan pada pendapatan daerah. Di mana, terjadi peningkatan dari Rp14 juta menjadi Rp45 juta income per kapita di Banyuwangi. "Kita pilih pariwisata karena bukan sebatas mendatangkan uang dan wisatawan saja. Dari jorok jadi bersih, melalui pariwisata terkonsentrasi dengan baik dan maju, kriminalitas menurun, budaya berubah dan kami menjadi contoh setiap tahun,” tutupnya. (son)