Ingin Punya Rumah Kekinian ? Coba Adopsi Karya Arsitek Ini

    JAKARTA (Bisnis Jakarta)-
    Dosen Fakuktas Teknik Arsitektur Universitas Budi Luhur (UBL) Tri Endangsih, S.T., M.Ars. punya ide dan inovasi menarik bagi yang ingin memiliki rumah di era kekinian. Dosen yang tengah menempuh pendidikan program S3 UGM ini menawarkan solusi berupa Teknologi Rumah Apung Sebagai Alternatif Tempat Tinggal Di Atas Air.

    Berbicara pada acara Housing Talk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam rangka Hari Perumahan Nasional (Hapernas) di Jakarta, belum lama ini, Tri Endangsih menawarkan idenya sebagai solusi atas keterbatasan lahan dan makin tingginya harga hunian.

    Melihat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang arsitektur, Tri Endangsih menilai, bangunan terapung merupakan sebuah inovasi yang unik dalam pemanfaatan daerah air sebagai tempat hunian. Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan tempat tinggal, akan tetapi saat ini lahan yang tersedia untuk tempat tinggal semakin berkurang. Selain itu, perubahan iklim mengakibatkan naiknya permukaan air laut.

    Dengan tiga permasalah tersebut, Tri Endangsih mengatakan, perlu dikembangkan tempat tinggal  dengan keterbatasan lahan dan  memanfaatkan potensi wilayah perairan Indonesia. Upaya yang telah dilakukan pemerintah saat ini dengan membangun permukiman secara vertikal, namun belum dapat memenuhi kebutuhan tempat tinggal tersebut. Salah satu tipologi rumah yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan potensi wilayah perairan adalah rumah apung.

    Rumah apung, jelas Tri Endangsih, adalah bangunan rumah tinggal yang dibangun di atas air  dengan mengaplikasikan struktur mengapung, bahan, dan bentuknya menyesuaikan dengan lokasi pembangunannya. Rumah apung akan berfungsi dengan baik dengan perencanaan yang tepat terutama pada pemilihan teknologi pada bagian bawah, pengapung, dan kestabilan bangunan yang diatas air.

    Selain teknologi, kata dia, hal lain yang perlu dijadikan pertimbangan adalah pemilihan material dan pemilihan tipe struktur yang akan  diaplikasikan. "Inovasi teknologi ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan rumah tinggal yang dapat memanfaatkan wilayah perairan," jelasnya.

    Dalam merancang sebuah bangunan di atas air, paparnya, dibutuhkan perlakuan berbeda dengan bangunan di darat. Penggunaan teknologi dan struktur yang tepat merupakan hal utama yang harus diperhatikan dalam perancangan bangunan terapung.

    Ia menerangkan, hal-hal yang perlu diperhatikan pada perencanaan rumah apung adalah bentuk bangunan terapung harus berbentuk simetris dan menggunakan konstruksi dengan bobot yang ringan, bentuk dan material plat apung tidak bersifat merusak lingkungan, sistem tambat harus memperhatikan perubahan naik turun air pada tapak, dan sirkulasi menuju bangunan sehingga memudahkan akses pengguna bangunan menuju bangunan.

    Tehadap kegiatan publikasi dan tampil sebagai pembicara dalam forum resmi tersebut, Tri Endangsih mengatakan, ini merupakan kewajiban bagi dosen setelah melaksanakan penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Ia juga mengucapkan syukur dan terimakasih kepada Rektor UBL atas supportnya dan Ir. Ikaputra, Ph.D selaku Pengajar di Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gadjah Mada yang telah memberikan masukan dan materi yang sangat bermanfaat.

    Momentum seperti ini diharapkan selalu ada untuk memberikan semangat bagi para dosen, Peneliti, dan Praktisi dalam mengembangkan ide dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dengan pemikiran yang Cerdas dan Berbudi Luhur. (son)