DEPOK (Bisnis Jakarta) – Dari 31 Unit Pengolahan Sampah (UPS) yang ada di Kota Depok, hingga kini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengaku tengah aktif mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Untuk itu bagi warga yang membutuhkan pupuk organik, bisa memperolehnya secara cuma-cuma, namun dengan syarat membawa sampah organik kembali untuk di daur.

“Pupuk organik yang dihasilkan UPS DLHK Kota Depok sudah bisa dimanfaatkan warga untuk diperoleh secara gratis. Syaratnya hanya membawa KTP Depok dan sampah organik,” ujar Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kota Depok, Iyay Gumilar.

Dirinya mengklaim satu UPS bisa mengolah dua ton sampah organik dalam sehari dan menghasilkan 500 kilogram pupuk. Selain disediakan untuk warganya, pupuk organik juga digunakan untuk tanaman hias di sejumlah taman milik pemerintah di Kota Depok.

“Kami juga mengelola taman kota dan taman di median jalan, nah pupuknya itu dari UPS,” katanya.

Program pengolahan yang telah berjalan selama 10 tahun terakhir oleh DLHK bakal terus dikembangkan. Bahkan selain Dinas, beberapa pasar dan kelompok warga juga sudah melakukan pengolahan sampah meski dalam jumlah kecil.

“Pemilahan sampah organik tidak hanya dilakukan di UPS, melainkan juga di pasar tradisional dan tingkat RW.

Kami berharap warga yang belum memulai bisa mengolah sampah rumah tangganya dan tak dibuang begitu saja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” harapnya. (jif)