JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Pemerintah memastikan kesiapan menangani segala kemungkinan pasca gempa bumi di Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Parigi Moutong.

“Saya memantau dan menyiagakan seluruh jajaran pemerintah terkait menghadapi segala kemungkinan pascagempa bumi,” tulis Presiden Joko Widodo dalam cuitannya pada Jumat malam (28/9).

Presiden Jokowi menyatakan, dirinya akan menyiagakan seluruh jajaran terkait untuk segera menindaklanjuti informasi dan kondisi terkini di lapangan.

Kepala Negara juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan keselamatan saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah.

“Semoga saudara-saudara kita di sana tetap tenang dan dalam keadaan selamat,” tegasnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan gempa di Sulawesi Tengah diawali dengan Gempa di Kabupaten Donggala dengan kekuatan sedang (M6) yang berpusat di darat pada kedalaman dangkal.

Dari pemutakhiran BMKG diketahui kejadian gempa yang semula M5,9 menjadi M6 dengan pusat gempa 2 km arah utara Kota Donggala pada kedalaman 10 km pada Jumat, 28 September 2018, pukul 14.00.00 WIB.

Kemudian diikuti gempa susulan sebesar 7,7 SR. Menurut Sutopo gempa tersebut dengan magnitudo 7,7, 28 September, pukul 17.02.44 waktu setempat.

Gempa besar tersebut kemudian diikuti tsunami yabg menghancurkan sejumlah wilayah sekitar. Korban parah akibat terjangan tsunami dialami sekitar wilayah pesisir laut. Gempa susulan tersebut menghancurkan salah satu jembatan yakni Jembatan Ponulele.

Hingga kini petugas masih melakukan evakuasi. Pendataan dan penanganan darurat masih dilakukan. Sebagian masyarakat masih berada di luar rumah dan mencari tempat tinggi untuk menghindari tsunami. (har)