TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Perkembangan olahraga di kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai jalan di tempat. Hal ini salah satunya karena kondisi sarana dan prasarana olahraga kota tersebut yang sebagian besar tidak layak menjadi tempat untuk kompetisi.

“Menurut saya harus ada optimalisasi pengembangan dan pembangunan sarana dan prasarana olahraga. Dari pada membangun yang baru, lebih baik kita kembangkan yang sudah ada. Dan jika ingin luar biasa, mari kita bangun yang berskala nasional dan international,” ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tangsel, E Wiwi Martawijaya.

Lebih lanjut Wiwi mengatakan, pihaknya telah diberi arahan langsung dari Walikota Tangsel untuk melakukan optimalisasi sarana dan prasarana olahraga di Tangsel. “Ibu wali memberi arahan untuk kami agar mencontoh Kabupaten Tangerang dalam segala hal, termasuk sarana, prasarana dan prestasi para atlet di cabang olahraga yang dibidanginya,” imbuhnya.

Menurut Wiwi, untuk optimalisasi dan perbaikan sarana prasarana olahraga itu, pihaknya memiliki rencana menggandeng pihak swasta. Dan pihaknya tidak berharap besar anggaran dari APBD Tangsel. “Kami tidak berharap banyak kepada anggaran APBD, yang kami tekankan adalah peran swasta, seperti contohnya lapangan softball di alam sutera, itu adalah satu-satunya lapangan yang kita miliki dengan standart Nasional,” tandasnya. (nov)