DEPOK (Bisnis Jakarta) – Terkait masuknya usulan dari Sekretariat Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) agar dibentuknya pasar induk di Kota Depok untuk menekan laju inflasi, bakal dikaji Pemerintah Kota (Pemkot) lebih dalam.

Dalam pemaparannya, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengaku tengah mengkaji beberapa persoalan yang didalami diantaranya mengukur volume kebutuhan pangan di Kota Depok, perhitungan efektivitas jalur distribusi, dan sistem transaksinya.

“Kami (Pemkot) Depok akan mengkaji kembali usulan dari TPIP terkait rencana pembangunan pasar induk di Kota Depok. Ada beberapa kajian yang harus diperdalam terkait hal itu,” katanya di Balai kota Depok.

Dalam kegiatan High Level Meeting (HLM), pihaknya mengaku tak menutup kemungkinan wilayahnya bisa dikembangkan sebagai lokasi pengepakan (packaging) produk-produk dari warga yang ingin dipasarkan ke wilayah lain. Meski demikian pihaknya mengklaim, dari pasar tradisional yang ada, kebutuhan pangan dan sembako masih aman dan terpenuhi.

“Posisi Kota Depok yang cukup strategis sebagai tetangga Ibu Kota bisa dijadikan tempat pengepakan produk dari wilayah lain. Tapi, sebelum adanya pembangunan pasar induk, geliat daya beli masyarakat Depok harus tinggi.” Jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Sekretariat TPIP, Edi Prio Pambudi menjelaskan, keberadaan pasar induk bakal menjadi sesuatu yang baik untuk Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Depok. Sebab, dengan adanya pasar induk bisa mempercepat distribusi dan tidak ada lagi dominasi dari pelaku ekonomi tertentu.

Menurutnya, di pusat seperti DKI Jakarta masih tidak cukup jika hanya didukung satu pasar induk. Untuk itu pihaknya berharap dari MHL kali ini dapat menjadi bukti terjadinya integrasi antara pemerintah daerah dengan pusat. “Saya kira pembangunan pasar induk sangat strategis bagi Depok,” katanya. (jif)